Breaking News:

Selain Virus Corona, Penyakit Ini yang Diwaspadai Serang Warga di Posko Pengungsian Cimanggung

Petugas kesehatan mewaspadai potensi penyebaran virus corona di pengungsian korban terdampak longsor di Kampung Bojongkondang, Cimanggung, Sumedang.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
istimewa
Anak-anak di pengungsian korban Longsor Cimanggung, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Petugas kesehatan mewaspadai potensi penyebaran virus corona di pengungsian korban terdampak longsor di Kampung Bojongkondang, RT 3/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Hal tersebut karena kondisi di tempat pengungsian keadaannya kerap berdesakan antara petugas, relawan, dan pengungsi. Sehingga ditakutkan penyebaran virus corona terjadi.

Kasi Kesehatan Posko Tanggap Darurat Bencana, Dadang Sulaeman, melalui Kepala Puskesmas Sawah Dadap, Dudung, mengatakan, untuk mencegah penyebaran virus corona, pihaknya telah mengadakan rapid tes antigen bagi pengungsi.

"Sampai saat ini baru ada 50 orang yang sudah dites antigen. Alhamdulillah hasilnya semua negatif," ujar Dudung di lokasi pengungsian, Kamis (28/1/2021).

Selain itu, kata dia, tenaga kesehatan juga rutin menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan ke tenda-tenda pengungsian yang ada di Cimanggung.

ASN Harus Tahu, Ini Daftar Organisasi Terlarang yang Harus Dijauhi Jika Tak Ingin Kena Sanksi

Orang Tak Dikenal Hendak Tusuk Imam Masjid di Depok, Ini yang Terjadi, Aksinya Terekam CCTV

"Setiap hari sosialisasi prokes dilakukan. Seperti kemarin lima orang petugas dari promkes melakukan sosialisasi protokol kesehatan dan PHBS kepada 50 orang pengungsi di Posko Taman Burung SBG," ucapnya.

Bahkan, di semua lokasi pengungsian yakni di Taman Burung SBG, SD Cipareuag, TK Al-Hidayah, dan Sekolah Az-Zahra sudah dipasang baliho untuk mengingatkan warga agar selalu mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.

Selain antisipasi penyebaran Covid-19, petugas kesehatan juga terus memperhatikan kondisi para pengungsi karena dikhawatirkan terjangkit penyakit yang lain, terutama diare karena kondisi cuaca tidak menentu.

"Sebagai bentuk antisipasi terhadap gangguan pencernaan para pengungsi, setiap hari kami melaksanakan pengecekan sampel makanan oleh tenaga kesling di dua dapur umum," katanya.

Terkuak Alasan Ibu Indah Permatasari Tak Setuju Anaknya Nikah dengan Arie Kriting, Dibocorkan Ayah

Khawatir Ada Korban Lain, Kasus Pencabulan yang Dilakukan Pedagang Keliling Terus Didalami

Selain itu, kata dia, para pengungsi juga telah mendapatkan sosialisasi tentang penyakit diare dari petugas kesehatan serta difasilitasi Pojok Layanan Rehidrasi Oral Aktif (LROA).

"Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada yang sakit karena makanan yang didistribusikan," ujar Dudung. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved