Kamis, 9 April 2026

Tubuh Kurus Perut Membuncit, Tak Ada Biaya, Bocah Keluarga Pengamen Ini Harus Segera Dioperasi

Rama Firmansyah (5) anak bungsu pasangan Ramdan dan Imas, warga Baladewa Kecamatan Cicendo, Kota Bandung

Penulis: Cipta Permana | Editor: Ichsan
tribunjabar/cipta permana
Tubuh Kurus Perut Membuncit, Tak Ada Biaya, Bocah Keluarga Pengamen Ini Harus Segera Dioperasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Rama Firmansyah (5) anak bungsu pasangan Ramdan dan Imas, warga Baladewa Kecamatan Cicendo, Kota Bandung yang berprofesi sebagai pengamen, harus hidup menderita selama bertahun-tahun, dengan perut yang terus membesar karena tidak dapat buang air besar (BAB) melalui anus secara normal.

Selama tiga tahun, bocah malang tersebut harus merasakan sakit yang dideritanya, bahkan meskipun Ia mengenakan pakaian yang diperuntukan bagi anak di atas usianya untuk dapat menutupi kondisi perutnya yang besar, tetap saja pakaian tersebut masih tampak ketat dan tidak mengubah keadaan bocah malang tersebut.

Tubuh kurus menggambarkan bagaimana kondisi kehidupan kesehariannya yang jauh dari kata layak. Selain minimnya asupan gizi pada setiap asupan makanannya, Rama dan keluarganya pun diketahui harus tinggal di lingkungan yang kumuh dengan sistem sanitasi yang sangat buruk.

Berbagai upaya penyembuhan telah dilakukan, bahkan bocah periang tersebut, dianjurkan oleh setiap dokter agar segera menjalani proses operasi bedah sebelum kondisi semakin parah.

Baca juga: Jualan Keripik Sambil Merangkak, Ahmad Yunus Buktikan Diri Disabilitas Bisa Hidup Tanpa Mengemis

Namun karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu, memaksa Rama tidak tertangani secara maksimal dan akhirnya orangtuanya pun hanya dapat pasrah menerima keadaan tersebut.

Saat Pengurus Daerah X GM KB-FKPPI Jawa Barat, bersama Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bandung menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi keluarga besar KPJ, di Taman Musik Bandung, yang turut dihadiri oleh Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana, bocah malang itu pun hadir dan menjadi peserta pertama yang mendapat pelayanan pengobatan gratis.

Meski berada di lingkungan asing atau baru dikenalnya, termasuk para tenaga medis yang merupakan para mahasiswa STIKES Rajawali Bandung, tidak membuat Rama yang ditemani oleh sang ibu dan seorang pendamping merasa takut atau malu atas kondisinya tersebut. Justru tahapan demi tahapan pemeriksaan kesehatan dilaluinya dengan tenang dan senyum yang mengembang setiap kali ditanya siapa namanya.

"Jadi anak ini selain kekurangan gizi, tapi juga sejak usia tiga tahun sudah mengkonsumsi minuman dan makanan jajanan kemasan setiap hari yang menyebabkan adanya masalah dalam sistem pencernaannya. Bahkan tiap dokter yang memeriksanya pun menyarankan agar dia segera di operasi dan memindahkan pengeluaran kotorannya dari perut," ujar Ketua KPM Dewi Sartika, Santi Safitri yang mendampingi Rama dalam pengobatan gratis di Taman Musik, Senin (25/1/2021).

Baca juga: Mengejutkan, Natasha Willona Ungkap Fakta Pernah Hidup Susah Tinggal di Gubuk Reyot, Kini Bersyukur

Namun, karena merasa tidak tega, bila Rama harus menjalani operasi dan melihat anaknya harus menjalani kehidupan 'berbeda' dari yang lain, orangtuanya pun enggan menyetujui setiap saran dari dokter dan tetap berusaha mencari jalan pengobatan tanpa operasi.

"Orangtuanya tidak mau itu (operasi) karena kasihan lihat anak sekecil ini harus menjalani operasi, tapi saya masih mencoba untuk membujuknya agar mereka menyetujui untuk mengoperasikan Rama. Bahkan tadi Pak Wakil Wali Kota juga yang melihat langsung kondisinya, merasa kasihan dan segera menelepon Dinas Kesehatan untuk melakukan penanganan," ucapnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan ia telah menghubungi Dinkes Kota Bandung untuk segera menginjaklanjuti kondisi Rama dan mempersiapkan rujukan rumah sakit untuk menanganinya.

"Ya tadi saya sudah telepon Dinkes untuk bisa memberikan penanganan bagi Rama, kasihan anak sekecil itu harus berjuang dengan kondisinya," ujar Yana di lokasi yang sama.

Dalam kesempatan tersebut, Yana pun mengapresiasi upaya bakti sosial pengobatan gratis bagi para seniman jalanan yang dilakukan oleh PD X GM KB-FKPPI bersama KPJ Kota Bandung.

Menurutnya, dengan kondisi pandemi covid-19, pemerintah memiliki keterbatasan dalam hal memberikan pelayanan di bidang kesehatan bagi seluruh masyarakat, termasuk para penyanyi jalanan yang juga menjadi bagian dari warga Kota Bandung.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved