Breaking News:

ACT Bandung Lepas Bantuan Kapal Kemanusiaan untuk Sulbar dan Kalsel

ACT Bandung turut menyukseskan berlayarnya kembali Kapal Kemanusiaan ACT untuk merespons bencana alam di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan.

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Komandan Pangkalan TNI AL Bandung, Kolonel Laut (P) Batos Leksono (tengah) bersama Head Regional ACT Jawa Barat, Renno I Mahmoeddin (keempat kiri) dan jajaran, berpose untuk memberikan semangat saat melepas bantuan kemanusiaan bagi warga penyintas bencana alam di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan, di Mako Lanal Bandung, Jalan Aria Jipang 8, Citarum, Kota Bandung, Selasa  (26/1/2021). 

TRIBUNAJABR.ID, BANDUNG - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bandung turut menyukseskan berlayarnya kembali Kapal Kemanusiaan ACT untuk merespons bencana alam di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan.

Kebutuhan pangan menjadi hal yang diperlukan korban bencana di fase tanggap darurat.

Melalui Kapal Kemanusiaan ini, ACT Bandung, Jawa Barat, ikut mengirimkan dua armada kemanusiaan berisi puluhan ton bantuan logistik pangan dan sandang yang dihimpun dari amanah publik untuk saudara sebangsa yang tertimpa bencana. 

Armada kemanusiaan berisi bantuan logistik tersebut dilepas oleh Head Regional ACT Jawa Barat, Renno I Mahmoeddin, dan Komandan Pangkalan TNI AL Bandung, Kolonel Laut (P) Batos Leksono, dari Mako Lanal Bandung, Jalan Aria Jipang 8, Citarum, Kota Bandung, Selasa (26/1/2021). 

Batos Leksono menyebutkan bantuan tersebut puluhan ton diberangkatkan menuju Wakaf Distribution Center ACT di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Bantuan logistik tersebut akan disatukan dengan ribuan ton bantuan logistik dari ACT cabang se-Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa, peduli terhadap kemanusian. Lanal Bandung selalu siap mendukung kegiatan tersebut. ACT memang sudah seringkali berkolaborasi dengan kami melalui kegiatan penyaluran bahan logistik kepada masyarakat terdampak bencana dengan menggunakan alutsista yang ada. Ini menunjukkan TNI AL peduli terhadap segala permasalahan yang ada di masyarakat,” ujar Batos.

Batos menuturkan, pasca-gempa berkekuatan 6,2 magnitudo di puluhan kecamatan di Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, dan banjir yang merendam 11 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, ribuan masyarakat terpaksa mengungsi dan ratusan lainnya luka-luka.

Kondisi para pengungsi tidak hanya serba kekurangan, namun juga terancam paparan Covid-19. 

"Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat dalam memenuhi kebutuhan para penyintas bencana Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan," katanya. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved