Breaking News:

Pemkab Purwakarta Pusing Banyak Laporan Soal Galian C, Pengusahanya Kucing-kucingan dengan Petugas

Bayu Permadi mengaku akhir-akhir ini memang pihaknya banjir oleh laporan warga soal galian tanah merah yang menyebabkan jalanan licin.

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
Galian tanah merah kotori jalan di Kabupaten Purwakarta 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten Purwakarta kembali dipusingkan oleh beroperasinya pertambangan galian C tanah merah di wilayah Sukatani sehingga menimbulkan keluhan-keluhan dari warga dan pengguna jalan.

Galian tanah merah ini menyebabkan jalan-jalan di Jalan Raya Sukatani menjadi licin oleh ceceran tanah yang basah saat hujan turun, hingga membuat para pengendara yang melintas berjatuhan.

Ramdan (37), warga sekitar, merasa heran kepada para pengusaha galian yang terkesan cuek. Padahal, beberapa waktu lalu lokasi pertambangan ini sempat terhenti sebab ditutup oleh aparat gabungan.

"Selalu saja kucing-kucingan, seperti misal sekarang ditutup besoknya sudah beroperasi lagi. Ceceran tanah merahnya sangat berdampak sekali pada lingkungan apalagi jalanan menjadi licin dan bahaya," ujarnya, Senin (25/1/2021).

Hal senada diungkapkan Jalaludin (35), pengguna jalan. Dirinya menyayangkan aktivitas pertambangan tanah merah beroperasi kembali sehingga sering kali arus lalu lintas menjadi terhambat.

"Saya berharap pemerintah bisa cepat turun tangan. Saya setuju jika galian C ini ditutup seterusnya," ucapnya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Heran dengan KKP, Dulu Ekspor Benur Sekarang Bolehkan Cantrang, Membunuh Nelayan

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian Dishub Purwakarta, Bayu Permadi mengaku akhir-akhir ini memang pihaknya banjir oleh laporan warga soal galian tanah merah yang menyebabkan jalanan licin.

"Masalah izin ada di Satpol PP soal penegakkan Perda. Tapi, kalau izin lintas tidak oleh kami. Kami hanya sebatas kelayakan kendaraan dan sejauh ini kami belum pernah keluarkan rekomendasi apapun," katanya.

Bayu menambahkan, beberapa waktu lalu, pihaknya telah memasang pembatas di sekitar lokasi tambang agar truk pengangkut tak bisa melintas sebelum menempuh izin.

"Saya menyayangkan ada pihak yang membuka jalur lain untuk hindari pembatas ini. Hari ini kami cek lagi dan akan memasangnya kembali. Kami akan koordinasi dengan Satpol PP Purwakarta untuk penegakkan perdanya termasuk dengan aparat kepolisian," katanya.

Baca juga: Gerak-geriknya Mencurigakan, Pemuda Asal Cisaat Ini Langsung Diperiksa Petugas, Ternyata Bawa Ini

Baca juga: Ungkapan Kesedihan Kalina, Orangtua dan Azka Tak Hadir di Lamarannya dengan Vicky, Merasa Sendirian

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved