Breaking News:

Longsor di Sumedang

Developer Perumahan yang Longsor di Cimanggung Menghilang, Warga Segel Kantor Marketing

Warga SBG sudah berupaya untuk menghubungi pihak developer, tetapi hingga saat ini tak ada satupun yang datang untuk menemui warga

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Kondisi Kantor Marketing Perumahan SBG. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dua pekan lebih pascalongsor di Kampung Bojongkondang, RT 3/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, pihak developer Perumahan Satria Bumintara Gemilang (SBG) hingga kini tak pernah muncul dihadapan warga.

Pantauan Tribun Jabar dari pertama kali longsor terjadi hingga Senin (25/1/2021), Kantor Marketing Perumahan SBG selalu tutup, bahkan saat ini sudah terdapat tulisan bahwa kantor tersebut disegel warga SBG RT 1/13.

Seperti diketahui, kejadian tersebut terjadi setelah lereng Perumahan SBG longsor hingga menimbun Perumahan Pondok Daud dan rumah di Kampung Bojongkondang yang berada di bawahnya hingga menyebabkan sebanyak 40 orang meninggal dunia.

Warga Perum SBG RT 1/13, Ahmad (52), mengatakan, agar pihak developer muncul dihadapan warga yang terdampak longsor, pihaknya bersama warga lain berinisiatif menyegel kantor marketing perumahan tersebut.

"Penyegelan itu dilakukan karena kami ingin ada tanggungjawab dari pihak developer yang hingga saat ini tidak pernah muncul-muncul," ujarnya saat ditemui di Posko Pengungsian Taman Burung, Perumahan SBG, Senin (25/1/2021).

Padahal, kata Ahmad, warga hanya meminta pihak developer untuk membangun tembok penahan tebing (TPT) di mahkota longsor supaya warga merasa aman dari longsor susulan yang terus mengancam warga.

"Karena kalau tidak seperti itu, kami juga terkena imbasnya, harus relokasi," kata Ahmad.

Baca juga: Jasa Pikul Jenazah Covid-19. Awalnya Ngga Berani, Sampai Dijauhi Tetangga

Ia mengatakan, warga SBG sudah berupaya untuk menghubungi pihak developer, tetapi hingga saat ini tak ada satupun yang datang untuk menemui warga terdampak longsor tersebut.

Atas hal itu, kata Ahmad, hingga saat ini tidak ada solusi dan kepastian, kapan mahkota longsor itu akan dibangun TPT yang seharusnya menjadi tanggungjawab dari pihak developer perumahan SBG.

"Waktu itu ada niat baik dari orang lapanganya dengan memberikan semen, pasir, dan batu untuk membangun TPT, tapi kami tolak karena kami telah terdampak bencana harus bekerja lagi," ucapnya.

Warga Perumahan SBG lainnya, Arnol Karana (52) juga mempertanyakan keberadaan pihak developer perumahan tersebut karena hingga saat ini tak pernah muncul setelah longsor terjadi.

"Kami sudah melakukan tindakan yang sangat preventif sekali dengan pemasangan terpal (di Mahkota Longsor) untuk pencegahan pengikisan tanah oleh debit air hujan yang sangat tinggi," kata Arnol.

Hanya saja, kata dia, saat warga melakukan upaya antisipasi longsor susulan itu, pihak developer tidak ada satupun yang hadir dan menemui warga setempat, sehingga warga melakukan penyegelan.

Hingga berita ini diturunkan, Perwakilan Developer SBG, Juki Mulyawan tidak merespon upaya konfirmasi dari Tribun Jabar, baik melalui telepon maupun pesan WhatsApp terkait keluhan warga SBG tersebut.

Baca juga: Ada Jasa Angkut, Sekda Perintahkan Distaru Ambil Alih Pengangkutan Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved