Di Jabar Jumlah Pria 750 ribu Lebih Banyak dari Wanita, Perbandingannya 103 Laki-laki 100 Perempuan
Sensus Penduduk 2020 (SP2020) mencatat penduduk Jawa Barat pada September 2020 sebanyak 48,27 juta jiwa.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sensus Penduduk 2020 (SP2020) mencatat penduduk Jawa Barat pada September 2020 sebanyak 48,27 juta jiwa.
Dari angka tersebut, jumlah penduduk laki-laki di Jawa Barat sebanyak 24,51 juta orang atau 50,77 persen, sementara perempuan di Jawa Barat sebanyak 23,76 juta orang, atau 49,23 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, Dyah Anugrah Kuswardani, mengatakan dari data tersebut diketahui bahwa jumlah laki-laki sekitar 750 ribu orang lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah perempuan di Jawa Barat.
Baca juga: Banyak yang Membutuhkan, PMI Majalengka Masih Kekurangan Stok Darah
Baca juga: ASTAGFIRULLAH, Naik Angkot Bayar Rp 5000, Sopir Kembalikan Rp 3000, Penumpang Ngotot Minta Rp 4800
Kemudian, rasio jenis kelamin penduduk Jawa Barat sebesar 103, artinya terdapat 103 laki-laki untuk 100 perempuan di Jawa Barat pada tahun 2020.
"Artinya adalah ada 103 laki-laki pada setiap 100 perempuan di Jawa Barat. Itu menunjukkan Jawa Barat masih didominasi oleh laki-laki," kata Dyah melalui siaran langsung di kanal YouTube BPS Jabar, Kamis (21/1).
Hasil SP2020 menunjukkan rasio jenis kelamin di level kabupaten dan kota secara umum selaras dengan level provinsi, yaitu penduduk laki-laki lebih banyak dari pada perempuan.
Kabupaten atau kota dengan rasio jenis kelamin tertinggi adalah Kabupaten Bogor dan yang terendah adalah Kabupaten Ciamis.
"Di Kabupaten Bogor hasilnya sebesar 105,8, artinya dari setiap 105 laki-laki ada 100 perempuan. Kemudian yang terendah adalah di Kabupaten Ciamis sebesar 100,3, jadi setiap 100 penduduk perempuan ada 100,3 laki-laki. Kalau di Ciamis ya antara laki-laki dan perempuan hampir sama," katanya.
Setelah Kabupaten Bogor, rasio jenis kelamin tertinggi atau yang lebih banyak laki-lakinya adalah di Kabupaten Cianjur dengan rasio 105,4, Kabupaten Garut dengan rasio 105,1, Kabupaten Bandung Barat dengan rasio 104,3 dan Kabupaten Bandung dengan rasio 104,1.
Dengan demikian, di lima kabupaten ini, perbandingan antara laki-laki dan perempuannya sekitar 105 berbanding 100 dan 104 berbanding 100.
Sebelum Kabupaten Ciamis, rasio jenis kelamin terendah di Jabar adalah Kota Cirebon dengan rasio 100,8, Kota Banjar dengan rasio 100,8, Kabupaten Subang dengan rasio 100,6, dan Kabupaten Pangandaran dengan rasio 100,4.
Dengan demikian, di lima kabupaten kota ini, perbandingan antara laki-laki dan perempuannya hampir sama, yakni sekitar 100 berbanding 100.
Dibandingkan dengan hasil sensus sebelumnya, jumlah penduduk Jawa Barat terus mengalami peningkatan.
Dalam jangka waktu sepuluh tahun sejak tahun 2010, jumlah penduduk Jawa Barat mengalami penambahan sekitar 5,2 juta jiwa atau rata-rata sebanyak 0,44 juta setiap tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sensus-penduduk-online.jpg)