Penjualan Merchandise Persib Bandung Menurun, Sang Bos Tawarkan Opsi Seperti Ini ke PSSI
Direktur PT Persib Bandung (PBB), Teddy Tjahjono, mengakui ada penurunan penjualan merchandise
Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Direktur PT Persib Bandung (PBB), Teddy Tjahjono, mengakui ada penurunan penjualan merchandise.
Hal ini merupakan imbas dari tidak adanya kompetisi di Indonesia selama kurang lebih satu tahun terakhir karena pandemi Covid-19.
"Turunlah, gak ada kompetisi," ujar Teddy saat dihubungi awak media belum lama ini.
Namun dia belum mengetahui persentase penurunan penjualan merchandiss yang dialami tim berjuluk Maung Bandung itu selama tak ada kompetisi.
"Waduh belum ngitung. Tapi begini lah sama lah karena tidak ada kompetisi ya dampaknya ke semua," katanya.
Di samping itu, cafe Persib di Jalan Sulanjana No 17 Bandung kini sedang tidak beroperasi.
Padahal, cafe Persib menjadi salah satu sumber pemasukan bagi Pangeran Biru untuk mengelola biaya operasional.
Teddy mengungkapkan, cafe Persib yang satu tempat dengan store dan kantor PT PBB bukan ditutup secara permanen.
"Kalau cafe itu tidak berhenti cuma ganti pengelola, store masih jalan," katanya.
Baca juga: Harga Jatuh Kebun Pun Terlantar, Petani Pepaya California di Ciamis Beralih Tanam Porang
Persib Bandung Tawarkan Opsi
Direktur PT Persib Bandung (PBB), Teddy Tjahjono, menawarkan sebuah opsi untuk kompetisi Liga 1 yang tengah vakum karena pandemi virus corona.
Teddy mengatakan, kompetisi Liga 1 2021 bisa dilaksanakan mulai bulan Agustus. Hal ini untuk menyamakan waktu kalender kompetisi di Eropa.
Selain itu, Teddy menyebut banyak keuntungan yang bisa diraih dengan bergulirnya Liga 1 bersamaan dengan kompetisi di Eropa.
Satu di antaranya adalah klub bisa mendapatkan pemain asing yang lebih berkualitas dan otomatis meningkatkan standar Liga 1.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bos-persib-bandung-teddy-tjahjono.jpg)