Bantu Atasi Pengangguran, Anak Muda di Bandung Dirikan Sekolah Cukur
Setiap siswa yang sudah mengikuti Sekolah Cukur Bandung nantinya bakal memiliki keahlian dan siap kerja atau membuka cukur panggilan.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah anak muda di Kota Bandung mendirikan Sekolah Cukur Bandung, sebagai salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran akibat pandemi Covid-19.
CEO Sekolah Cukur Bandung, Armor Toreador mengatakan, setiap siswa yang sudah mengikuti Sekolah Cukur Bandung nantinya bakal memiliki keahlian dan siap kerja atau membuka cukur panggilan.
"Bahkan, ketika tidak punya modal, dengan keterampilan itu mereka bisa membuka usaha cukur," ujar Armor, di Sekolah Cukur Bandung Jalan Babakan Surabaya, Kiaracondong, Kota Bandung, Minggu (17/1/2021).
Baca juga: Presiden Jokowi Terbitkan Aturan Perubahan Tunjangan Fungsional PNS, Ada 4 Pepres, Berikut Isinya
Siswa yang mengikuti Sekolah Cukur Bandung, kata dia, dibekali teori, praktek hingga manajemen bisnis cukur. Setelah mengikuti pelatihan, mereka diharapkan mampu berusaha secara mandiri.
Trainer atau guru Sekolah Cukur Bandung merupakan kapster barbershop berpengalaman dan profesional. Bahkan, salah satu diantaranya tercatat sebagai kapster barbershop terbaik di Indonesia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi mengapresiasi gagasan para milenial Kota Bandung itu.
"Luar biasa ya karena ini dikemas dan diinisiasi oleh anak-anak muda yang mengetahui kondisi (pandemi) Covid-19 ini," ujar Taufik.
Baca juga: Ini Luka-luka Penyebab DFL Tewas, Dua Luka di Leher Ternyata Menyatu
Dengan hadirnya Sekolah Cukur Bandung, Taufik pun berharap, profesi kapster yang kerap dianggap sebagai profesi informal menjadi formal. Pasalnya, lulusan Sekolah Cukur Bandung bakal mengantongi sertifikat sebagai kapster profesional.
"Karena selama ini, tukang cukur dianggap tidak punya kepastian bekerja di mana, kadang-kadang bahkan tidak dianggap sebagai profesi. Dengan adanya sekolah cukur ini, yang namanya barber kapster itu punya kepastian dan bargaining posisi yang kuat," katanya.
Taufik memastikan bahwa pihaknya akan mendukung proses sertifikasi kapster lulusan Sekolah Cukur Bandung, agar diakui oleh dunia kerja, termasuk memberikan perlindungan bagi para lulusannya.
"Kita bantu sertifikasinya, agar lulusannya memiliki standar kerja nasional. Kemudian, kami sebagai pemerintah harus melindungi karena jangan sampai masyarakat masuk LPK (Lembaga Pendidikan Keterampilan), tapi tidak ada jaminan apa-apa," katanya.
Sekolah Cukur Bandung juga mendapat dukungan penuh dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar. Bahkan, sejumlah pengurus Hipmi Jabar, yakni Adivi Prasetio, Nando, Vergie, termasuk Ketua Hipmi Jabar Surya Batara Kartika pun menjadi investor Sekolah Cukur Bandung.
Baca juga: Jadi Korban Pengeroyokan, Tahanan Titipan di Lapas Kelas II B Indramayu Ditemukan Tewas di Selnya
Surya Batara Kartika mengatakan, Hipmi Jabar terlibat aktif dalam upaya program Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar. Pihaknya pun memberikan pendampingan bagi kadernya yang ingin mendirikan usaha dengan konsep menjaring banyak pekerja.
Menurut Surya, Sekolah Cukur Bandung sudah memiliki paket pelatihan lengkap bagi masyarakat yang ingin memiliki keahlian dan membuka usaha cukur rambut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sekolah-cukur-rambut.jpg)