Breaking News:

Segera Dibangun Alun-alun Rancasari di Margahayu Raya Kota Bandung, Begini Konsepnya

Kota Bandung akan memiliki Alun-alun baru di Rancasari. Selama pandemi Covid-19, Dinas Perumahan

TRIBUNJABAR.CO.ID/HILMAN KAMALUDIN
Ilustrasi, Alun-alun Ujungberung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung akan memiliki Alun-alun baru di Rancasari.

Selama pandemi Covid-19, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung masih menutup sejumlah taman tematik.

Namun DPKP3 tetap memperbaiki dan merawat taman-taman di Kota Bandung.

Kepala Bidang Pertamanan DPKP3 Kota Bandung, Rikke Siti Fatimah mengatakan, ada dua fokus pembangunan di tahun 2021 yaitu merevitalisasi taman pasif yang berada di kawasan Viaduct dan membangun taman Alun-alun Rancasari.

"Untuk di Viaduct, konsepnya taman pasif. Di sana trotoarnya lumayan besar jadi warga bisa berselfie dengan background keindahan taman patung Laswi dan Taman Patung Pemuda Pelajar," ujar Riekke,  Sabtu (16/1).

Baca juga: Sekda Subang Masuk Bui Kasus SPPD Fiktif, Bakal Ada Tersangka Lain, Kerugian Rp 835 Juta

Sedangkan untuk Alun-alun Rancasari akan dibangun di Perumahan Margahayu Raya. Taman tersebut berkonsep seperti Alun-alun Ujungberung.

"Ada lapangan yang biasa dipakai untuk Salat Id, warga Rancasari ingin lapangan itu lebih multifungsi. Jadi konsepnya seperti Alun-alun Ujungberung, saat ini masih tahap desain," ujar Riekke.

Dibangunnya dua taman di tahun 2022 diharapkan bisa meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat Kota Bandung, khususnya warga Rancasari. 

Sedangkan  taman RW untuk tahun 2021 ditargetkan 30 taman RW .

"Taman RW dibangun sejak tahun 2013 dan sampai saat ini sudah terbangun 241 taman RW yang tersebar di 30 Kecamatan di Kota Bandung," ujarnya.

Baca juga: Umi Nadia Bikin Syekh Ali Jaber Terus Bersyukur, Nikmat Mana Lagi yang Didustakan, Ini Istimewanya

Sementara itu, Kepala DPKP3 Kota Bandung Dadang Dharmawan mengatakan ruang terbuka hijau di Kota Bandung  bari mencapai 12.3 persen dari seharusnya 30 persen. 

Untuk mencapai 30 persen pihaknya berusaha menambah dari para perumahan.

"Masih banyak perumahan belum menyerahkan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang menjadi kewajibannya 20 persen dari lahan yang dimiliki," ujar Dadang

Penulis: Tiah SM
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved