Jumat, 1 Mei 2026

Kembali Pecah Rekor, Covid-19 di Jabar Bertambah 3.095, Ridwan Kamil; Ribuan Kasus Belum Dilaporkan

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada Jumat (15/1), terdapat penambahan 3.095 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Barat

Tayang:
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Ilustrasi Covid-19- Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada Jumat (15/1), terdapat penambahan 3.095 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Barat 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penambahan kasus Covid-19 di Jawa Barat kembali memecahkan rekor. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada Jumat (15/1), terdapat penambahan 3.095 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Barat, sehingga totalnya di Jabar terdapat 107.636 kasus pasien positif Covid-19.

Dari angka itu, sebanyak 87.316 orang telah sembuh dan 1.294 orang meninggal dunia.

Penambahan kasus harian Covid-19 memang kian meroket setiap harinya sejak awal 2021. Pada 10 Januari 2021 tercatat penambahan 1.441 kasus positif Covid-19, kemudian secara berurutan penambahan kasus harian berikutnya bertambah 1.475 kasus, 1,540 kasus, 1.755 kasus dan bertambah 2.201 kasus pada 14 Januari 2021.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Bandung Bertambah, Sehari Capai Puluhan, Kebanyakan Penularan Dari Ini

Sudah hampir setahun Covid-19 menyebar di Indonesia, namun data kasus Covid-19 di Indonesia dan Jawa Barat masih menjadi permasalahan.

Di tengah peningkatan kasus harian Covid-19 yang semakin tajam, masih ada data sekitar 10 ribu kasus Covid-19 di Jawa Barat yang belum terlaporkan oleh Kementerian Kesehatan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan sejak beberapa waktu lalu, sebagian angka penambahan kasus harian Covid-19 di Jawa Barat merupakan kasus-kasus lama yang telat dilaporkan sebelumnya.

Baca juga: ALHAMDULILLAH, Wali Kota Oded M Danial Sudah Negatif Covid-19, Ini yang Dilakukan Tiga Hari ke Depan

Dirinya pun sudah melaporkan hal tersebut kepada pemerintah pusat.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan adanya angka kasus lama yang ditambahkan pada kasus harian ini selalu mengganggu pemetaan dan pendataan penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.

Data-data tersebut, katanya, berpengaruh besar terhadap penentuan zonasi risiko penyebaran Covid-19.

Baca juga: Mengenai Sanksi Penolak Vaksin Covid-19, Kota Depok Tunggu Dulu Arahan dari Provinsi

Beberapa waktu lalu, dari penambahan kasus setiap harinya, sebagiannya merupakan penambahan kasus yang lama.

Terbaru, terdapat sekitar 10 ribu kasus positif Covid-19 yang belum dimasukkan dalam data penambahan kasus Covid-19 di Jawa Barat.

"Saya buka apa adanya, itu ada 10 ribuan kasus yang sudah terlaporkan oleh laboratorium, tapi belum terumumkan. Saya enggak ngerti juga yang 10 ribu itu apa nanti dicicil ratusan kasus atau langsung ditambahkan 10 ribu sekaligus dan bikin heboh, saya enggak paham," katanya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Kamis (14/1).

Baca juga: Hampir Setahun Pandemi Corona, Ada Sekitar 10 Ribu Kasus Positif Covid-19 yang Tak Terlaporkan

Yang jelas, katanya, kenaikan kasus positif Covid-19 harian di Jawa Barat yang terus meningkat setiap harinya ini masih dipengaruhi oleh data-data lama yang terlambat dilaporkan. Sedangkan setiap harinya, yang memiliki kewenangan melaporkan data kasus harian Covid-19 adalah pemerintah pusat, yakni Kementerian Kesehatan.

"Yang jelas, kenaikan itu dipengaruhi antrean data dari yang lalu-lalu, yang tidak real time, dan saya akui itu masih ada. Saya sampaikan keluhan itu kepada pemerintah pusat," katanya.

Permasalahan koordinasi data dari tingkat provinsi dan pusat ini, bahkan dari tingkat kabupaten dan kota, katanya, masih saja terjadi.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Bandung Bertambah, Sehari Capai Puluhan, Kebanyakan Penularan Dari Ini

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved