Wagub dan Kapolda akan Disuntik Vaksin Covid-19, Ridwan Kamil Mendampingi, 7 Daerah Ini Prioritas
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan vaksinasi Covid-19 akan dilakukan di tingkat provinsi dan enam kabupaten
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan vaksinasi Covid-19 akan dilakukan di tingkat provinsi dan enam kabupaten dan kota di Jawa Barat, Kamis (14/1). Namun demikian, persiapan vaksinasi sudah dilakukan di semua daerah di Jabar.
"Jadi sesuai jadwal, maka tanggal 14 di hari Kamis, Jawa Barat akan mulai proses vaksinasi pertama. Tahap 1 adalah di provinsi dilaksanakan di Rumah Sakit Hasan Sadikin, di mana Wakil Gubernur, Kapolda Jabar, dan tokoh-tokoh agama dan masyarakat akan disuntik pertama," kata Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini seusai melakukan pertemuan dengan para kepala daerah mengenai persiapan vaksinasi Covid-19 di Gedung Pakuan, Rabu (13/1) petang.
Daerah-daerah yang sudah siap dan ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk melakukan vaksinasi pertama di hari yang sama, katanya, ada tujuh daerah. Yakni Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.
Tujuh daerah ini didahulukan, ujarnya, karena sesuai dengan daftar kiriman vaksin dari pemerintah pusat. Nanti setelah tujuh daerah ini menjalankan vaksinasi, selang beberapa hari kemudian, sisanya di seluruh Jawa Barat akan mulai vaksinasi.
Baca juga: SUKSES Jadi Host Mamah Dedeh di Indosiar, Abdel Ternyata Gantikan Istri Aa Gym, Begini Awal Mulanya
"Karena akan dievaluasi dulu seperti apa, menjadi pembelajaran ke daerah lain. Khusus untuk Bekasi, karena besok baru dimulai pemeriksaan kesehatan kepada kepala daerahnya, sehingga Bekasi saya sarankan dimulai di hari Jumat. Jadi ada enam yang bergabung dengan provinsi," katanya.
Pemilihan tujuh daerah yang melakukan vaksinasi pertama, katanya, adalah kewenangan pemerintah pusat. Dirinya menyampaikan bahwa Kabupaten Karawang juga seharusnya mendapat perhatian khusus karena sudah lima minggu berturut-turut masuk zona merah.
"Jadi saya pertama mohon maaf karena kewenangan tujuh daerah pertamanya belum diserahkan ke provinsi. Saya akan mengajukan argumentasi biar distribusi nanti biar provinsi yang ngatur karena tahu mana yang membutuhkan, secara harian. Kami minta untuk didelegasikan ke provinsi," katanya.
Vaksinasi Ini, katanya, sementara tidak dilakukan kepada para penyintas Covid-19. Oleh karena itu, Wali Kota Bandung dan Wakil Wali Kota Bandung tidak akan divaksinasi karena mereka adalah para penyintas Covid-19. Hal serupa berlaku untuk Wali Kota Bogor, Wali Kota Depok, dan Bupati Bandung Barat yang baru dikabarkan positif Covid-19.
"Biasanya pimpinan pemerintahnya antara wakil atau sekda. Jadi di Kota Bandung oleh Sekda, kalau di Depok oleh Wakil Wali Kota Depok," katanya.
Baca juga: Demi Mendapat Dana untuk Membeli Kylian Mbappe, Real Madrid akan Jual 6 Pemainnya, Termasuk Bale
Berdasarkan hasil terakhir, katanya, sebanyak 97.080 dosis vaksin sudah dibagikan ke tujuh daerah tadi untuk penyuntikan sebanyak dua kali untuk setiap orangnya. Karena sesuai aturannya, vaksin ini disuntikkan kembali di hari ke-14 dengan jumlah yang sama kepada setiap orangnya.
"Kami juga mengusulkan ke pemerintah pusat, manajemen vaksin ini diberikan ke daerah. Selama ini yang dipanggil melalui SMS tidak diketahui. Maka pemerintah di daerah tidak bisa mengontrol dan melakukan tindakan terukur," katanya.
Mengenai distribusi, katanya, penyediaan cold room sudah sangat siap, tidak ada masalah. Semua daerah sudah melakukan persiapan sesuai aturan. Jumlah tenaga vaksinator sementara terus ditingkatkan.
"Karena ada target vaksinasi selesai sebelum satu tahun. Tempat-tempat masih dicek di luar puskesmas antara, lain ruang serbaguna, markas TNI Polri, dan Aula besar sudah dihubungi. Minggu ini sudah diverifikasi untuk bisa digunakan untuk mengejar target dibawah satu tahun," katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kang Emil mengatakan dirinya akan mendampingi Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum yang siap disuntik vaksin Covid-19 di RS Hasan Sadikin Bandung, pada Kamis (14/1). Kemudian pemberian vaksin dilanjutkan kepada Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri serta tokoh agama, politik, hingga komunitas dan sasaran utama yakni tenaga kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wakil-gubernur-jabar-uu-ruzhanul-ulum-saat-mendapat-suntikan-di-gedung-sate-juli-2020.jpg)