Superball
Di Mata Lewandowski, Juergen Klopp adalah Sosok Ayah tapi Juga Guru yang Sulit Dipahami
Pengakuan mengejutkan disampaikan Robert Lewandowski, striker Bayern Muenchen, mengenai pelatihnya ketika masih berkostum Borussia Dortmund.
"Bahasa Jerman saya belum bagus saat itu, tetapi melalui beberapa kata yang saya tahu dan dari bahasa tubuhnya, kami dapat saling memahami."
"Tiga hari kemudian, saya mencetak hattrick dan menorehkan satu gol lagi melawan Augsburg. Kami menang 4-0, dan itu adalah titik balik bagi saya. Itu masalah mental."
"Kemudian, saya menyadari bahwa percakapan dengan Juergen seperti percakapan dengan mendiang ayah saya," kata Lewandowski.
"Saya bisa berbicara dengan Juergen tentang apa pun. Saya bisa memercayainya. Dia laki-laki yang berkeluarga, dan dia punya banyak empati untuk apa yang terjadi dalam kehidupan pribadimu."
Lewandowski dan Klopp kemudian memenangi double winners pada musim 2011-2012.
Nah, pemain yang membela Bayern Muenchen sejak 2014 itu secara lucu merefleksikan mengapa mantan manajernya adalah "guru yang buruk".
"Juergen bukan hanya sosok ayah bagi saya. Sebagai seorang pelatih, dia seperti guru yang buruk. Namun, maksud saya itu dalam arti kata yang terbaik," katanya.
"Biar saya jelaskan. Ingat kembali saat Anda masih di sekolah. Guru mana yang paling Anda ingat? Bukan orang yang membuat hidupmu mudah dan tidak pernah mengharapkan apa pun darimu."
"Jelas bukan itu, Anda pasti ingat guru yang buruk, orang yang tegas dengan Anda. Orang yang menekan Anda dan melakukan segalanya untuk mendapatkan yang terbaik dari Anda."
"Itulah guru yang membuatmu lebih baik bukan? Juergen juga seperti itu," ujar pemain terbaik FIFA tahun 2020 itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/juergen-klopp-dan-robert-lewandowski.jpg)