Mulai September 2021, Cileunyi ke Cimalaka Bisa Lewat Tol

Tahap kedua, yakni seksi IV, V, dan VI, Cimalaka hingga Dawuan, menurut Bagus, juga tengah mereka kebut pengerjaannya.

Editor: Ravianto
istimewa
simpang cileunyi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ruas Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) yang masuk seksi I, seksi II, dan seksi III, mulai dari Cileunyi, Kabupaten Bandung hingga Cimalaka, Kabupaten Sumedang direcanakan akan mulai dioperasikan pada tahun ini.

Ini menjadi tahap pertama pengoperasian ruas jalan tol tersebut.

"Rencananya akan mulai kami operasikan sekitar September atau Oktober," ujar Direktur Teknik PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), Bagus Medi Suwarso, saat ditemui di Cimalaka, Rabu (6/1).

"Tahap pertama sepanjang 34 kilometer."

Tahap kedua, yakni seksi IV, V, dan VI, Cimalaka hingga Dawuan, menurut Bagus, juga tengah mereka kebut pengerjaannya.

"Namun, saat ini kami sedang fokus menyelesaikan konstruksi pada seksi VI, yakni Ujungjaya-Dawuan," kata Bagus.

Untuk menyelesaikan bagian seksi VI ini, ujar Bagus, mereka bekerja 24 jam sehari karena harus sesuai dengan instruksi Menteri PUPR yang telah menargetkan pengerjaannya harus selesai pada tahun 2021.

Sejauh ini, kendala yang masih terjadi hanya di seksi IV dan V, yakni soal pembebasan lahan.

"Ada beberapa warga yang masih melakukan negosiasi dengan PPK lahan. Namun, begitu lahan sudah dibebaskan kami akan langsung membangun konstruksi," ucapnya.

Seksi IV membentang dari Cimalaka hingga Legok sejauh 8,2 kilometer, sementara seksi V dari Legok ke Ujungjaya sepanjang 14,9 kilometer.

"Kebetulan di seksi V hanya sedikit sekali pekerjaan struktur, hanya cut and fill. Begitu sudah dibebaskan kami langsung masuk mengerjakan," ujar Bagus.

Sebelumnya, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan sejumlah langkah telah mereka lakukan untuk mempercepat proses pembebasan lahan proyek Jalan Tol Cisumdawu.

Salah satunya membentuk dan mengakselerasi kinerja Satgas B yang bertugas melakukan pendataan bangunan.

Langkah lainnya menyiapkan basecamp untuk koordinasi dan konsolidasi kinerja Satgas B.

"Langkah selanjutnya ialah mobilisasi camat dan kepala desa yang masuk area pembebasan lahan untuk memberikan fasilitas dan pengawalan di lapangan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved