Kasus Kecelakaan Maut yang Menewaskan Chacha Sherly, Sang Sopir Kini Jadi Tersangka

KU merupakan sopir mobil Honda HR-V yang ditumpangi pedangdut Chacha Sherly atau Yuselly Agus Stevy.

Editor: Ravianto
ist
Kondisi mobil diduga milik Chacha Sherly kecelakaan di Tol Semarang. Kondisi mobil ringsek di bagian belakang seperti ditabrak. Gambaran ini sesuai dengan penjelasan polisi bahwa mobil HR-V yang dinaiki Chacha Sherly ditabrak dari belakang saat memutar balik untuk menghindari kecelakaan. 

TRIBUNJABAR.ID, SEMARANG - Sopir mobil HR-V yang terlibat kecelakaan di Jalan Tol Semarang-Solo Km 428, KU ditetapkan sebagai tersangka karena menyebabkan orang lain kehilangan nyawa.

KU merupakan sopir mobil Honda HR-V yang ditumpangi pedangdut Chacha Sherly atau Yuselly Agus Stevy.

Dalam kecelakaan maut menewaskan Chacha Sherly itu, KU hanya mengalami luka ringan.

Anggota Satlantas Polres Semarang melakukam olah TKP di jalan Tol Semarang-Solo KM 428. Dalam kecelakaan ini, artis Chacha Sherly tewas.
Anggota Satlantas Polres Semarang melakukam olah TKP di jalan Tol Semarang-Solo KM 428. Dalam kecelakaan ini, artis Chacha Sherly tewas. (ist/kompas)

Chacha Sherly tewas setelah mendapat perawatan di RSUD Ungaran, Selasa (5/1/2021) lalu.

Kasubdit Laka Dit Gakkum Korlatas Polri, Kombes Agus Suryo Nugroho, menyebut Chacha mengalami cedera berat di kepala dan patah tulang.

"Luka cedera kepala berat, trauma torak (trauma dada), ada patah tulang dada di tulang rusuk 3456, patah tulang kepala bagian dahi," ungkap Agus kepada Tribunnews.com, Selasa siang.

Dan beberapa bukti akhirnya terungkap.

Sempat ada kabar jika Chacha terlibat kecelakaan beruntun.

Namun setelah diselidiki, polisi menegaskan jika kecelakaan yang menewaskan Chacha Sherly terjadi lebih dulu.

Dikutip dari Kompas.com, Kasat Lantas Semarang AKP Muhammad Adiel Aristo menjelaskan sang sopir menyetir dengan kecepatan yang tinggi.

Yakni 80 hingga 100 kilometer per jam, padahal saat itu kondisi sedang hujan deras.

"Apalagi saat itu dalam keadaan hujan deras, sehingga pandangan terbatas," tutur dia.

Hujan pun memengaruhi kondisi jalan sehingga menjadi licin.

Kecelakaan tak terhindarkan, sang sopir tak siap saat kendaraan di depan mereka melakukan pengereman.

Rem yang digunakan tidak berfungsi maksimal lantaran jalanan yang licin.

Sopir berusaha pindah jalur.

Sayangnya, mobil HRV S 1180 HW itu menabrak pembatas jalan dan terus melaju hingga kendaraan berpindah jalur.

"Usai menabrak pembatas jalan kendaraan tetap melaju kemudian masuk ke U-turn yang ada water barrier. Kendaraan tersebut dari jalur B atau dari Solo-Semarang pindah atau loncat ke jalur A," kata Aristo.

Mobil yang ditumpangi Chacha akhirnya berada di jalur A dengan kap mengarah ke Solo.

Tak disangka, muncul bus Murni Jaya B 7378 TGD yang kemudian menabrak mobil tersebut.

Atas kelalaian tersebut, sopir Chacha yang berinisial KU ditetapkan sebagai tersangka.

"Hari ini terhadap tersangka dilakukan rapid tes antigen dan swab, setelah hasilnya diketahui akan ditahan. Kondisi kemarin luka ringan," jelas Kasat Lantas Polres Semarang AKP Muhammad Adiel Aristo, Kamis (7/1/2021) dikutip Kompas.com.

Aristo mengatakan, tersangka dikenakan Pasal 310 ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.

"Jadi ini dari gelar perkara kemarin diketahui ada faktor kelalaian karena dalam kondisi hujan mengendarai mobil melebihi batas kecepatan yang ditentukan," ujarnya.

Saat kecelakaan terjadi, lanjutnya, Chacha Sherly duduk di kursi depan sebelah kiri.

"Kursi korban tersebut agak disenderkan, kemungkinan dalam kondisi istirahat," papar Aristo.

Tangis Iptu Agus Hansip Pecah di Pemakaman Chacha Sherly: Mohon Maafkan Kalau Anak Saya

Perwira di Polres Sidoarjo, Iptu Agus Hansip tak kuasa menahan tangis di pemakaman Chacha Sherly.

Ia adalah ayah almarhum, Chacha Sherly.

Iptu Agus Hansip pun tak kuat membendung air matanya saat melepas sang putri sulungnya ke tempat peristirahatan terakhir.

Ayah Chacha Sherly merupakan anggota polisi dan berdinas sebagai Wakasat Reskoba Polresta Sidoarjo.

Tadi malam, jenazah almarhumah Chacha Sherly tiba di Masjid Almuhajirin kompleks Perumahan Kedungturi Permai, Sidoarjo menjelang Salat Isya.

Di sana, Chacha Sherly eks Trio Macan itu langsung disalatkan.

Pantauan TribunJatim.com, dari masjid, jenazah sempat dibawa ke rumah duka.

Tapi tidak diturunkan dari ambulan.

Hanya ambulan parkir di depan rumah, kemudian ada sambutan dari perwakilan keluarga.

Sang ayah pun menyampaikan permohonan maaf jika sang anak memiliki kesalahan semasa hidup.

"Mohon dimaafkan ya, kalau anak saya punya salah," ujar Iptu Agus Hansip, ayah Chacha Sherly saat ditemui Tribun Jatim di sela pemakaman.

Suasana pemakaman Chacha Sherly di TPU Aspol Wage 1 di Kecamatan Taman, Sidoarjo, Selasa (5/1/2020).
Suasana pemakaman Chacha Sherly di TPU Aspol Wage 1 di Kecamatan Taman, Sidoarjo, Selasa (5/1/2020). (TRIBUNJATIM.COM/ M TAUFIK)

Dalam proses pemakaman Chacha Sherly, tampak dihadiri Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji.

Kombes Pol Sumardji terlihat mendampingi Iptu Agus Hansip.

"Kami turut berduka cita. Semoga almarhumah husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan bisa tetap tabah dan sabar," kata Sumardji.

Jenazah penyanyi dangdut Chacha Sherly sudah dimakamkan di kampung halamannya di Sidoarjo pada Selasa (5/1/2021) malam.

Perempuan pemilik nama lengkap Yuselly Agus Stevy alias Chacha Sherly meninggal dunia usai kendaraan yang ditumpanginya terlibat kecelakaan beruntun di Tol Semarang-Solo, Senin (4/1/2021)

Chacha Serly meninggal dunia saat dalam perawatan di RSUD Ungaran karena menderita luka parah usai terlibat kecelakaan.

Tangis keluarga pecah di lokasi pemakaman Chacha Sherly yang berlokasi di TPU Aspol Wage 1 di Kecamatan Taman, Sidoarjo.

(Tribunnews.com/ Kompas.com/ Kontributor Ungaran, Dian Ade Permana/ TribunBogor.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved