Superball
Asosiasi Pemain Profesional Minta PSSI Segera Berikan Kepastian Status Liga 1 2020
Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mendesak PSSI untuk segera memutuskan status kompetisi Liga 1 2020.
Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) mendesak PSSI untuk segera memutuskan status kompetisi Liga 1 2020.
Presiden APPI, Firman Utina, mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada PSSI agar segera membuat keputusan.
“Kami telah mengirimkan surat kepada PSSI agar mereka segera memutuskan status keberlanjutan kompetisi apakah tetap lanjut untuk musim 2020 atau dihentikan dan dimulai musim kompetisi yang baru,” ujar Firman dalam rilis yang diterima Tribun Jabar, Selasa (5/1/2021).
Baca juga: Menurut Gelandang Persib Bandung Ini, Terhentinya Kompetisi pada 2015 dan 2020 Sangat Berbeda
Baca juga: Berita Persib Bandung - Robert Alberts: Tak Masuk Akal Melanjutkan Liga 1 2020, Siapkan Liga 1 2021
APPI menambahkan, kepastian kompetisi sangat penting untuk menghindari perselisihan kontrak antara pemain dan klub.
Terlebih bagi para pemain yang durasi kontraknya telah habis.
APPI menilai, ada aturan yang berpotensi melanggar regulasi FIFA terkait proses perpindahan pemain dari satu tim ke tim lainnya.
Dalam aturan yang dikeluarkan oleh PSSI beberapa waktu lalu, pemain dilarang untuk berpindah klub dalam satu divisi yang sama.
Menurut APPI, hal ini menyalahi asas kebebasan berkontrak untuk melakukan perpindahan/transfer yang telah tertuang dalam Regulasi FIFA yang sering disebut dengan nama Bosman Ruling.
"Beberapa poin yang kami sampaikan ialah mengenai laporan beberapa pemain yang telah diputus kontrak dan dibubarkan timnya, kemudian juga konfirmasi tentang isu regulasi yang mengatakan pemain tidak dapat pindah ke klub lain dalam lanjutan liga nanti, yang jelas hal ini melanggar aturan dalam RTSP FIFA," ujar Ponaryo Astaman, General Manager APPI.
Selain itu, APPI menyoroti masa persiapan pemain jika Liga 1 digelar seperti rencana awal, yakni Februari 2021.
Dengan waktu kurang dari sebulan, hal itu dinilai sangat riskan lantaran kondisi pemain bisa menjadi rentan cedera setelah tak bertanding selama kurang lebih 11 bulan.
“Masa persiapan yang ideal bagi pesepak bola profesional ialah 4 (empat) hingga 6 (enam) minggu sebelumnya. Kurang dari itu akan sangat berisiko bagi pesepak bola," ucap Andritany Ardhiyasa, Wakil Presiden APPI. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/firman-persib.jpg)