Tidak Sembarangan, Petugas Pendamping Abu Bakar Baasyir di Penjara Diseleksi Ketat, Ini Syaratnya
Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Baasyir akan bebas murni pada Jumat 8 Januari 2021
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Baasyir akan bebas murni pada Jumat 8 Januari 2021 setelah menjalani pidana selama 11 tahun di Lapas Gunung Sindur, Bogor.
Kepala Lapas Gunung Sindur Mujiarto mengaku sudah bertugas di Lapas Gunung Sindur selama empat bulan. Namun, selama empat bulan itu, ia turut memperhatikan Abu Bakar Baasyir.
"Sebagai warga binaan pemasyarakatan (WBP), beliau sama seperti WBP lainnya. Cuma beliau lebih ekstra karena sudah sepuh. Dia ditempatkan di sel khusus d blok D," ujar Mujiarto saat ditemui di Lapas Sukamiskin Jalan AH Nasution Bandung, Selasa (5/1/2020).
Ia menggambarkan secara umum kondisi kamarnya yang ditempati sejak 2016. Kamarnya berukuran sekira 2x3 meter persegi, tinggal sendiri.
Baca juga: Sehatnya Makanan di Checo Eat & Chill Gandasari Hadirkan Menu Plant Base

"Ditemani pendamping, WBP kasus pidana umum satu orang. Pendamping ini diseleksi dulu, dites dulu baru disetujui Ditjen Pas. Pendamping ini perlu karena beliau kan sudah sepuh," ucap Muji.
Pada Juni 2011, Abu Bakar Baasyir dijatuhi hukuman 15 tahun penjara oleh Majelis Hakum Pengadilan Negeri Jakarta Selatan setelah terlibat pendanaan latihan teroris di Aceh dan mendukung terorisme di Indonesia.
"Beliau pindah ke Lapas Gunung Sindur sejak 2016. Sejak 2016 hingga sekarang, selalu ada pendamping Abu Bakar Ba'syir, silih berganti karena kan pendampingnya bebas, ganti lagi," ucap Muji.
Abu Bakar Baasyir dianggap punya kemampuan untuk mempengaruhi. Sehingga, tidak sembarangan menunjuk pendamping untuk Abu Bakar Baasyir.
"Tidak sembarangan, ada ujian dulu, assesment dulu. Takutnya terpengaruh. Kalau ada yang terpengaruh, ganti. Selama empat bulan disana, belum ada yang terpengaruh. Saat ini pendampingnya masih muda, usia 30 tahunan," ucap Muji.
Terpisah dengan kamar lainnya. Di depan kamarnya, ada teras. Bagi WBP sekelas Abu Bakar Ba'syir, tidak sebebas WBP lainnya.
Baca juga: Cerita Dokter di Bandung Penerima Vaksin Covid-19, Dapat SMS dari Kemenkominfo, Begini Isinya

"Biasanya paling kalau keluar pas shalat Jumat saja. Kalau shalat biasa di kamar sendiri," ucapnya.
Selain berkarakter dan bermental tangguh supaya pendiriannya tidak goyah, pendamping Abu Bakar Baasyir.juga harus penyabar.
"Namanya merawat yang sudah sepuh. Harus sabar dan jadi ibadah juga merawat orangtua. Kamar pendamping ini sebelahan sama beliau. Jadi kamar beliau ini terpisah dengan kamar tahanan lainnya di blok D," ucapnya.
Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar Imam Suyudi para santri Abu Bakar Baasyir. untuk tidak menjemput ke Lapas Gunung Sindur supaya tidak ada kerumunan, apalagi pandemi Covid 19 belum berakhir.