Kampung Panyaweran Desa Talagasari Kawali Dikepung Rengkahan Tanah, Warga Ada yang Pilih Mengungsi
Selama 5 hari terakhir Kampung Panyaweran Dusun Sukamaju RT 21 dan RT 22 RW 10 Desa Talagasari Kecamatan Kawali Ciamis digempur rengkahan tanah
Penulis: Andri M Dani | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID,CIAMIS – Selama 5 hari terakhir Kampung Panyaweran Dusun Sukamaju RT 21 dan RT 22 RW 10 Desa Talagasari Kecamatan Kawali Ciamis digempur rengkahan tanah.
Setidaknya sampai Selasa (5/1) siang 28 rumah terdampak, dengan rincian 1 rumah rusak berat, 4 rumah rusak sedang dan 16 rumah rusak ringan serta 7 rumah lainnya di perkampungan di kaki Gunung Sawal tersebut terancam .
Satu masjid terpaksa dikosongkan dan belasan petak kolam dikeringkan.
Baca juga: Rumah Ambruk, Asep Tinggal Seorang Diri, Makan Pemberian Dari Warga
Jalan kampung sepanjang 1 km di Blok Panyaweran tersebut tersebut ambles di tiga lokasi.
Menurut Pj Kades Talagasari Hj Hadijah yang didampingi Kaur Kesra Desa Talagasari, Dadang Rohyaman kepada Tribun Selasa (5/1) gempuran tanah yang melanda Blok Panyaweran tersebut menyusul hujan lebat dengan intensitas tinggi yang hampir setiap hari mengguyur Ciamis terutama sore hari sampai malam.
“Kejadian awal mulai Jumat (1/1) pukul 17.00 sore, hanya muncul sedikit retakan tanah. Tapi sampai hari ini luas areal yang digempur rengkahan tanah sudah mencapai 20 hektare. Tidak hanya pemukiman warga, tetapi juga jalan, kebun, kolam dan masjid,” ujar Kaur Kesra Desa Talagasari, Dadang Rohyaman kepada Tribun Selasa (5/1).
Setidaknya sampai Selasa (5/1) siang jumlah rumah yang rusak sudah mencapai 21 rumah dan 7 rumah lainnya terancam. Semuanya berada di Rt 21 dan RT 22 RW 10 Blok Panyaweran tersebut.
Tiga rumah sudah dikosongkan dan penghuninya memilih mengungsi.
Baca juga: Dinkes Kota Cirebon Catat Baru 3000-an Nakes Mendaftar Vaksinasi Covid-19
Yakni rumah Udin Sahrudin yang memilih menghuni rumahnya yang lain di dusun yang sama.
Rumah yang dihuni Udin Sahrudin sekeluarga kondisinya rusak parah, lantai, halaman dan dinding sudah retak-retak.
Khawatir ambruk sehingga dikosongkan.
Kemudian rumah Bu Cicih yang juga dikosongkan, penghuni memilih pindah ke Bandung.
Berikut rumah yang dihuni Sudia , juga dikosongkan dan penghuni pindah ke Sumedang.
Satu kandang ayam pedaging juga dikosongkan karena bagian tanah tempat kandang berdiri sudah rengkah-rengkah dan ambles.
“Rengkahan tanah rata-rata lebarnya mencapai 10 cm kedalaman 50 cm. Bentuk rengkahan seperti akar yang terus menerus menyerabut ,” katanya.