Breaking News:

Kapal Isap Tambang Timah Karam di Bangka, Dedi Mulyadi : Setop Tambang Timah, Merusak Lingkungan

Kapal Isap Produksi (KIP) milik mitra PT Timah Tbk karam di Laut Matras, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

SAR Pangkalpinang
Kapal Isap Tambang Timah Karam di Bangka, Dedi Mulyadi : Setop Tambang Timah, Merusak Lingkungan 

TRIBUNJABAR.ID - Kapal Isap Produksi (KIP) milik mitra PT Timah Tbk karam di Laut Matras, Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.

Kapal yang semula ditambatkan itu diduga terseret ombak besar hingga akhirnya menghantam bebatuan talud.

Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Fazzli membenarkan kejadian tersebut. "Semua awak dalam kondisi selamat," kata Fazzli, Minggu (3/1/2021).

Menurut Fazzli, pihaknya masih berkoordinasi dengan PT Timah untuk mengetahui penyebab pasti karamnya KIP bernama Mega Fajar tersebut.

KIP terseret ombak pada Sabtu (2/1/2021) dengan kondisi jangkar terputus.

Warga Matras Sungailiat, A Maisya mengatakan, kapal yang karam kini dikhawatirkan mencemari lingkungan. "Pastinya khawatir soal tumpahan solar," katanya.

Hingga kini KIP Mega Fajar masih terdampar di kawasan Pantai Matras. Petugas penyelamat terlihat berjaga-jaga di pinggiran pantai. Hampir setengah badan kapal dalam posisi terendam air laut.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat menyapa para nelayan dalam kunjungan kerja di Bangka, Jumat (27/11/2020).
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi saat menyapa para nelayan dalam kunjungan kerja di Bangka, Jumat (27/11/2020). (istimewa)

Tanggapan Komisi IV DPR RI 

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi mengatakan kapal tersebut terjepit di palung dan dampaknya minyak bisa tumpah ke laut sehingga akan merugikan masyarakat sekitar serta nelayan.

Oleh karena itu, Dedi meminta penambangan timah di Pantai Matras agar dihentikan karena bisa merugikan masyarakat.

Halaman
12
Editor: Ichsan
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved