Vaksinasi Virus Corona di Indonesia, Ada 4 Hal yang Perlu Diketahui

Program vaksinasi virus corona secara nasional akan diberlakukan di Indonesia. Segala persiapan telah dilakukan termasuk simulasi pelaksanaan.

Editor: Giri
istimewa
Vaksin Covid-19 Sinovac di Bio Farma. Ada empat hal yang perlu diketahui tentang vaksinasi virus corona di Indonesia yang akan dilakukan pemerintah. 

Proses vaksinasi diharapkan dapat mulai dilaksanakan setelah dikeluarkannya Emergency Use Authorization (EUA) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksinasi nantinya diberikan sebanyak dua dosis, dengan interval atau selang waktu 14 hari.

Adapun Kemenkes telah mengirimkan SMS blast kepada penerima vaksinasi tahap awal.

Selain itu, masyarakat dapat mengakses informasi terkait penerima vaksin gratis melalui laman resmi Peduli Lindungi, pedulilindungi.id.

Masyarakat dapat membuka situs, kemudian memasukkan NIK dengan benar, dan akan muncul status verifikasinya.

Sementara bagi tenaga kesehatan yang belum terdaftar menjadi kelompok penerima vaksin tahap pertama, dapat melaporkan melalui e-mail ke alamat vaksin@pedulilindungi.id.

"Jika ada nakes yang belum tercantum NIK-nya, maka dapat mengirimkan data-data (meliputi) nama, NIK, alamat, nomor handphone, tipe nakes, dan dilengkapi dengan surat keterangan dari Fasyankes yang menerangkan Anda adalah nakes dari fasyankes terkait," ujar Nadia.

Baca juga: Ingatkan Presiden Joko Widodo, Amien Rais Bawa Nama Firaun dan Ayat Al-Quran Kritik Pembubaran FPI

Pemerintah menyampaikan telah mengamankan sejumlah stok vaksin yang akan diberikan gratis kepada masyarakat. Adapun vaksin yang disiapkan antara lain Sinovac, Novavax, AstraZeneca, dan Pfizer-BioNTech.

"Tahun ini, pemerintah akan menggelar vaksinasi massal Covid-19. Indonesia telah mengamankan pasokan vaksin dari Sinovac, Novavax, AstraZeneca, dan BioNTech-Pfizer," ujar Jokowi melalui akun Twitternya, @jokowi, Jumat (1/1/2021).

Terkait dengan pengadaan vaksin, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan dalam waktu dekat pemerintah akan meneken kerja sama pengadaan vaksin dengan AstraZeneca dan Pfizer.

"Kita akan segera tanda tangan dengan AstraZeneca 100 juta dosis vaksin, sebagian firm, sebagian opsi," ujarnya, Selasa (29/12/2020).

"Dan segera juga tanda tangan kontrak BioNTech-Pfizer untuk 100 juta, di mana 50 juta firm dan sisanya opsi," lanjut Budi.

Pemerintah juga telah meneken kontrak pengadaan 125 juta dosis vaksin Covid-19 dengan Sinovac.

Selain itu, pemerintah sudah menandatangani kerja sama Novavax, dengan pengadaan sebanyak 100 juta dosis vaksin.

"Jadi total sekitar 400 juta dosis vaksin, 100 juta akan didatangkan dari China, 100-an juta dari Novavax perusahaan Amerika-Kanada, 100 juta dari AstraZeneca perusahaan dari London, Inggris, 100-an juta lagi dari Pfizer gabungan Jerman dan Amerika," papar Budi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Hal yang Perlu Diketahui tentang Vaksinasi Covid-19 di Indonesia"

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved