Breaking News:

Okupansi Hotel di Kuningan Tak Terdongkrak Meski Tamu Tak Wajib Bawa Surat Rapid Test Antigen

Okupansi hotel di Kabupaten Kuningan di momen libur tahun baru 2021 tetap mengalami penurunan dibanding pada momen yang sama tahun sebelumnya.

omegahotelmanagement.com
Grand Cordela Hotel Kuningan. Okupansi hotel di Kuningan tak terdongkrak meski ada kebijakan tamu tak perlu membawa surat rapid test antigen. 

Laporan Kontibutor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Okupansi hotel di Kabupaten Kuningan di momen libur tahun baru 2021 tetap mengalami penurunan dibanding pada momen yang sama tahun sebelumnya.

"Di antaranya terjadinya pandemi Covid-19 yang belum berakhir jadi penyebab menurunnya okupansi," ungkap pengurus PHRI Kabupaten Kuningan Isan Darmawan saat dikonfirmasi awak media, Kamis (31/12/2020).

Isan mengatakan okupansi hotel di Kuningan pada libur Natal dan tahun baru turun sekitar 12 persen.

"Okupansi hotel di kuningan 55 persen sedangkan tahun sebelumnya 67 persen," kata Isan.

Melihat kebiasaan di luar masa pandemi Covid-19 ini, kata dia, momen libur Natal dan tahun baru menjadi hajat besar para pengusaha hotel.

"Apalagi di masa adapatasi kebiasaan baru, beberapa hotel di Kuningan telah lulus dan tersertifikasi CHSE (cleanlines, healthy, safety, environment) dari Kemenparekraf," ungkap Isan yang merupakan GM Hotel Grand Cordela di Jalan Siliwangi-Kuningan.

Sertifikat CHSE itu membuat Hotel Grand Cordela dan beberapa hotel di Kuningan dikatakan lulus dan tersertifikasi CHSE dengan hasil sangat memuaskan melalui serangkaian audit.

Baca juga: Masih Berusia 15 Tahun Tapi Tega Bunuh Perempuan 24 Tahun dengan 25 Tusukan,

Baca juga: Wali Kota Bandung Tegaskan, Petugas Akan Bubarkan Kerumunan di Malam Tahun Baru

"Sertifikat itu bisa menjadi kekuatan kita, bahwa hotel di Kuningan aman untuk staycation di tengah situasi sekarang," katanya.

Mengenai tamu atau pengunjung hotel-hotel di Kuningan tidak wajib membawa surat hasil rapid test antigen, Isan mengatakan belum bisa mendongkrak okupansi di momen libur Nataru ini," katanya.

Mengenai larangan perayaan malam tahun baru, Isan memastikan hotel di Kuningan akan mengikuti kebijakan tersebut dengan tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan.

Baca juga: Atlet Bulu Tangkis Bellaetrix Manuputty Dikaitkan dengan Mantan Menteri Edhy Prabowo, Ini Profilnya

"Tapi melihat pengalaman di tahun pergantian malam tahun baru, itu biasanya ada acara barbeque, live music, kembang api yang kita jual secara paket include penginapan. Tapi sekarang tidak ada sama sekali. Kita ikuti kebijakan pemerintah," katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Giri
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved