Breaking News:

Front Persatuan Islam Pengganti Front Pembela Islam Tak Didaftarkan, Aziz Yanuar: Buang-buang Energi

Setelah Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan dan tidak boleh membuat kegiatan dengan atas nama FPI, muncul Front Persatuan Islam.

Kompas.com
Wakil Sekretaris FPI, Aziz Yanuar 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Setelah Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan dan tidak boleh membuat kegiatan dengan atas nama FPI, para mantan pengurusnya mendeklarasikan berdirinya Front Persatuan Islam.

Wakil Sekretaris FPI, Aziz Yanuar, menyebut organisasi Front Persatuan Islam ini tidak berbadan hukum dan tidak akan didaftarkan ke pemerintah.

"Tidak, buang-buang energi," kata Aziz kepada Kompas.com, Kamis (31/12/2020).

Meski Front Persatuan Islam tak didaftarkan, Aziz menegaskan bahwa ini adalah organisasi yang sah.

Ia mengacu pada putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 82/PUU-XI/2013.

Dalam putusan itu, MK membolehkan ormas tak berbadan hukum untuk tidak mendaftar.

Baca juga: 38 Ruas Jalan Pusat Kota Tasik Ditutup Pada Momen Malam Tahun Baru, Mulai Pukul 17.00

Baca juga: Okupansi Hotel di Kuningan Tak Terdongkrak Meski Tamu Tak Wajib Bawa Surat Rapid Test Antigen

Hanya saja, ormas yang tak mendaftar tak akan mendapatkan pelayanan dari pemerintah.

"Ormas yang tidak mendaftarkan diri bukan berarti ormas tersebut ilegal," kata Aziz.

"Ormas bebas untuk memilih mendaftarkan diri ataupun tidak, dan tidak dapat dinyatakan sebagai ormas terlarang oleh sebab masalah pendaftaran," sambung Aziz.

Adapun organisasi Front Persatuan Islam ini dideklarasikan pada Rabu (30/12/2020), hanya beberapa jam setelah pemerintah mengumumkan pembubaran FPI.

Halaman
12
Editor: Giri
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved