Breaking News:

Soal Kelanjutan PSBM di Majalengka, Begini Kata Bupati Majalengka Karna Sohabi

Ketua Umum Satgas Penanganan Covid-19 Majalengka, Karna Sobahi mengatakan pihaknya terus melakukan kajian

Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
Bupati Majalengka, Karna Sobahi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Ketua Umum Satgas Penanganan Covid-19 Majalengka, Karna Sobahi mengatakan pihaknya terus melakukan kajian terkait Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) yang sudah kedua kalinya ini.

Oleh karena itu, Ia belum bisa memastikan apakah PSBM diperpanjang atau tidak.

"PSBM tahap kedua ini batas evaluasi sampai Jumat 8 Januari 2021 mendatang. Kita akan terus melakukan evaluasi meski hingga saat ini jumlah kasus terkonfirmasi positif masih ada," ujar Karna, Selasa (29/12/2020).

Terkait masih adanya kasus kenaikan terkonfirmasi positif Covid-19, kata bupati Majalengka ini, hal tersebut karena terus melakukan swab terhadap kelompok rentan yang dapat mengakibatkan klaster.

Sehingga, kenaikan angka kasus dipengaruhi juga oleh kontak erat dengan orang terkonfirmasi yang sebelumnya berstatus kontak erat maupun suspek.

Baca juga: Seperti Ini Tahun Baru di Hotel Besar Kawasan Puncak, Sediakan Rapid Test Antigen bagi Pengunjung

Sementara itu, Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Majalengka, Eman Suherman menilai, masih adanya kasus kenaikan terkonfirmasi di masa PSBM tahap kedua ini dikarenakan kesadaran masyarakat masih kurang.

"Ya kalau mau jujur, menumbuhkan kesadaran masyarakat itu kan perlu waktu dan tidak bisa instan. Sehingga harus terus menerus di ingatkan agar mereka tahu dan mau untuk bersama-sama melakukan langkah agar terhindar dari paparan Covid-19," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, teori tentang penyebab orang terpapar itu akibat abai terhadap protokol kesehatan (Prokes).

Sehingga, kalau tidak disiplin dan abai akan menyebabkan kenaikan terkonfirmasi positif.

"Satgas Kabupaten Majalengka sampai satgas desa, bekerjasama dengan TNI/Polri berupaya semaksimal mungkin untuk sosialisasi, edukasi dan mendisiplinkan masyarakat agar taat dan patuh dalam menjalankan Prokes tersebut," kata Eman.

Baca juga: Misteri Hilangnya Pengantin Baru di Indramayu, Suami Sebut Tak Ada Masalah tapi Ungkap Hal Ini

Seperti diketahui, sudah sebulan terakhir, Pemerintah Kabupaten Majalengka tengah menerapkan PSBM tingkat desa.

Hal itu menyusul daerah yang disebut kota angin ini pernah masuk kategori zona merah.

Kendati saat ini sudah masuk zona orange, Pemerintah belum mengetahui kelanjutan dari penerapan PSBM ini.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved