Longsor di Panawangan Ciamis - Evakuasi Korban Berlangsung Dramatis, Dua Anaknya Terus Menangis
Evakuasi korban longsor tebing di Dusun Salam, RT 04 RW 02, Desa Panawangan, Kecamatan Panawangan, Ciamis, Selasa (29/12), berlangsung dramatis.
Penulis: Andri M Dani | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Evakuasi korban longsor tebing di Dusun Salam, RT 04 RW 02, Desa Panawangan, Kecamatan Panawangan, Ciamis, Selasa (29/12) pukul 15.15, Iin Gustini (38) berlangsung dramatis.
Warga ramai-ramai mengangkat puing dinding tembok yang jebol sepanjang 2 meter yang menimpa tubuh korban.
“Sekitar setengah jam setelah kejadian, tubuh korban baru berhasil diangkat, setelah warga ramai-ramai menyingkirkan puing dan mengangkat dinding tembok yang jebol,” ujar Dimas Arianto, relawan Tagana Panawangan, kepada Tribun Jabar, Selasa (29/12).
Baca juga: Malam Tahun Baru di Rumah Aja? Jangan Sedih, Ini Cara Seru Sambut Tahun Baru 2021 Meski di Rumah
Baca juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Polres Sukabumi Kota Gencarkan Pengecekan Prokes Kesejumlah Tempat Wisata
Waktu tubuh korban diangkat, menurut Dimas, kondisinya masih hangat, tapi sudah tidak sadarkan diri.
Kornam langsung dibawa pakai mobil ambulans Desa Panawangan ke Puskesmas Panawangan.
“Setelah dicek petugas medis, korban dipastikan sudah meninggal. Mungkin meninggalnya dalam perjalanan menuju puskesmas. Tadi waktu diangkat (dievakuasi) dari timbunan puing longsor, kondisi tubuh korban masih hangat. Ada luka di kepala,” jelasnya.
Menurut Dimas, waktu kejadian korban Iin sedang tidur di kamar di rumahnya di Dusun Salam, RT 04 RW 02, Desa Panawangan.
Dua anaknya, yang masih remaja (laki-laki), tengah berada di ruang tengah rumah. Hujan sedang turun deras. Dinding tembok kamar tempat Iin tidur sangat dekat dengan tebing.
Tiba-tiba tebing setinggi 10 meter di samping kamar tempat korban tidur longsor. Longsor tebing langsung menjebol dinding kamar tempat Iin tidur. Korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Dinding tembok yang jebol sepanjang 2 meter yang berat langsung menimpa tubuh korban yang sedang tidur. Menyusul kemudian air dan lumpur masuk ke kamar melalui dinding yang bolong jebol.
Tubuh korban tidak hanya tertimpa runtuhan dinding tembok, tetapi juga tertimbun lumpur dan tergenang air lumpur.
“Waktu saya tiba di lokasi tadi, warga masih menyingkirkan timbunan lumpur dan mengalihkan jalan air lumpur agar tidak masuk ke dalam kamar."
"Hujan deras masih mengguyur. Tangan korban sudah terlihat, saya ikut membantu warga mengevakuasi korban,” ujar Dimas, yang juga warga Desa Nagarajaya, Panawangan.
Waktu ditimpa longsor tebing, rumah korban, kata Dimas, tidak ambruk, hanya dinding kamar yang jebol diterjang puing longsor tebing.
Tapi fatalnya, puing dinding tembok yang jebol tersebut langsung menimpa dan mengimpit tubuh korban yang sedang tidur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-longsor.jpg)