Penjual Turubuk Ini Gelisah, Minta Turun Takut Dirampok, di Akhir Cerita Malah Dapat Rezeki Nomplok

Dalam satu perjalanan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, anggota DPR RI Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang penjual turubuk

Penulis: Ichsan | Editor: Ichsan

TRIBUNJABAR.ID - Dalam satu perjalanan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, anggota DPR RI Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang penjual turubuk.

Turubuk adalah sejenis sayuran yang berasal dari tumbuhan seperti tebu. Bagian yang dapat dikonsumsi adalah bagian bunga yang terbungkus oleh pelepah daun.

Penjual turubuk itu bernama Mang Romli. Turubuk itu dijual per ikat. Sejumlah ikatan turubuk itu dipikul dan dijajakan secara berkeliling dari kampung ke kampung.

Wajah Mang Romli sendiri terlihat lelah. Tubuhnya dekil, pakaiannya sobek di beberapa titik.

Dedi Mulyadi lalu mengajak Mang Romli naik ke atas mobilnya. Mang Romli pun naik dan duduk di samping Dedi Mulyadi.

Setelah mobil melaju, terlihat raut kekhawatiran di wajah Mang Romli. Dia kerap meminta segera turun dari mobil yang ditumpanginya.

Dedi Mulyadi pun berkali-kali meyakinkan Mang Romli agar tidak perlu khawatir.

Baca juga: 10 Ucapan Selamat Hari Ibu dan Kata-kata Menyentuh dalam Bahasa Sunda, Update Status di Media Sosial

Mang Romli dan Dedi Mulyadi
Mang Romli dan Dedi Mulyadi (istimewa)

Rupanya belakangan diketahui Mang Romli trauma diajak naik mobil. Sebab dulu pernah dirampok.

Waktu berjualan durian, ia pernah dirampok di atas mobil yang membawanya. Uang Rp 1,3 juta pun melayang.

Peristiwa itulah yang membuatnya trauma, sehingga saat diajak naok mobil oleh Dedi Mulyadi pun merasa khawatir.

"Kalem Bah, abdi mah sanes rampok (Kalem Bah, saya mah bukan perampok)," kata Dedi Mulyadi sambil tertawa kepada Mang Romli.

Mang Romli mengaku istrinya sudah meninggal dan kini mengurus tiga orang anak. Berjualan turubuk ini untuk biaya hidup ia dan tiga anaknya.

Satu pikul turubuk dibelinya dari satu pasar di Karawang seharga Rp 150 ribu, lalu Mang Romli menjualnya seharga Rp 240 ribu. Jika terjual habis, setelah dopotong ongkos dan makan ia bisa membawa pulang uang Rp 45 ribu.

Namun karena pinggangnya kerap sakit, Mang Romli dalam sepekan hanya satu atau dua kali berjualan.

Bisa dibayangkan bagaimana kondisi kehidupan keluarganya dengan pendapatan seperti itu.

Baca juga: Karim Benzema Dapat Pujian Setinggi Langit Zinedine Zidane: Dia Berada di Level Berbeda

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved