Breaking News:

Ini Syarat Layanan Rapid Test Antigen di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan

Layanan rapid test antigen seharga Rp 105 ribu hadir di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan mulai hari ini.

Istimewa
Sejumlah penumpang saat turun dari kereta api di Stasiun Cirebon, Jalan Inspeksi, Kota Cirebon, Senin (7/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Layanan rapid test antigen seharga Rp 105 ribu hadir di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan mulai hari ini.

Layanan itu merupakan hasil kerja sama PT KAI dan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Grup.

Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Luqman Arif, mengatakan, layanan tersebut disediakan bagi penumpang kereta api jarak jauh.

Sebab, mulai Selasa (22/12/2020) besok penumpang yang akan naik kereta api jarak jauh harus menyertakan surat keterangan hasil rapid test antigen ataupun swab test yang menyatakan bebas Covid-19.

"Layanan ini khusus bagi penumpang kereta api jarak jauh yang membutuhkan surat keterangan bebas Covid-19 untuk perjalanannya," ujar Luqman Arif saat ditemui di Stasiun Cirebon Prujakan, Jalan Nyi Mas Gandasari, Kota Cirebon, Senin (21/12/2020).

Baca juga: Bupati Larang Perayaan Tahun Baru 2021 di Pangandaran tapi di Hotel Boleh Gelar Hiburan

Ia mengatakan, penumpang yang ingin menjalani rapid test antigen juga diminta menunjukkan sejumlah persyaratan.

Yakni, menunjukkan kode booking tiket kereta api jarak jauh yang akan dinaikinya.

Kode booking tersebut ditunjukkan kepada petugas pendaftaran rapid test antigen di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon.

Selain itu, sebelum diambil sampelnya penumpang akan dicek suhu tubuhnya dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dahulu.

Hal tersebut merupakan bagian dari protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Nanti langsung dilakukan rapid test antigen, dan ditunggu sampai hasilnya keluar," kata Luqman Arif.

Menurut dia, penumpang yang menggunakan layanan rapid test tersebut mendapatkan surat keterangan hasil tesnya.

Baca juga: Camat di Cianjur Kehilangan Kades dan Sekmat di Hari yang Sama, Kades Positif Covid-19

Surat itupun dapat digunakan sebagai syarat bepergian ke luar daerah dan berlaku selama tiga hari.

"Jika penumpang ingin bepergian lagi, maka bisa menggunakan surat tersebut selama belum habis masa berlakunya," ujar Luqman Arif.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved