Breaking News:

6.000 Alat Rapid Test Antigen Bakal Sasar Wisatawan di Pangandaran Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Penerapan protokol kesehatan bagi wisatawan yang akan berlibur ke obyek wisata Pangandaran saat Natal dan Tahun Baru

tribunjabar/hilman kamaludin
Pantai Timur Pangandaran, Minggu (20/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Penerapan protokol kesehatan bagi wisatawan yang akan berlibur ke obyek wisata Pangandaran saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) dipastikan bakal diperketat untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pangandaran, Agus Mulyana, mengatakan, untuk mencegah penyebaran virus Corona saat libur Nataru, Pemkab Pangandaran menyiapkan sebanyak 6.000 alat rapid test antigen dan anti body bagi wisatawan.

"Kalau di Pangandaran (test Covid-19) tidak dipintu masuk, tapi Dinas Kesehatan menyiapkan 6.000 alat rapid test antigen yang akan digunakan sampling di tempat wisatanya langsung secara acak," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar, Minggu (20/12/2020).

Sebanyak 6.000 alat rapid test antigen tersebut, kata dia, akan digunakan bagi wisatawan yang ada di pantai, hotel, dan restoran, sehingga saat libur Nataru nanti, tidak akan ada penyekatan di pintu masuk untuk menunjukan surat bebas Covid-19.

Baca juga: Presiden Tiga Periode, Juru Bicara Presiden Isyaratkan Jokowi Tidak Mau, Tegak Lurus pada Sumpah

"Jadi wisatawan masuk dulu, cek suhu tubuh, terus kalau ada yang terindikasi (Covid-19), wisatawan akan di rapid test," kata Agus.

Ia mengatakan, jika hasil rapid test tersebut hasilnya rekatif Covid-19, maka pengelola hotel atau obyek wisata akan langsung berkoordinasi dengan gugus tugas untuk melakukan swab test.

"Disini ada gugus tugas dibeberapa titik yang sudah siap melaksanakannya (swab test)," ucapnya.

Menurut Agus, dengan adanya rencana tersebut, memang akan berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan maupun tingkat okupansi hotel saat libur Natal dan Tahun Baru kali ini.

"Jelas sekali, (akan berpengaruh), karena orang itu biasanya kan malas untuk dirapid atau PCR," ucapnya.

Kendati demikian, hal tersebut dinilai sangat perlu dilakukan karena aturannya sudah sesuai dengan surat edaran Gubernur Jabar demi mencegah penyebaran Covid-19 di sejumlah obyek wisata.

Baca juga: Polisi Amankan Golok, Senjata untuk Membunuh Pria yang Ditemukan Tewas Terkapar di Atas Delman

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved