Rapid Test Antigen

Buat Wisatawan yang Kunjungi Bandung, Siap-siaplah Jalani Rapid Test Antigen, Sedang Dikaji Gubernur

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pihaknya sedang mengkaji wacana dan mempersiapkan pemberlakuan wajib rapid test antigen bagi para wisatawan.

Editor: Hermawan Aksan
tribun jabar
Wisatawan di Pantai Karangsong Indramayu: Gak Nyangka Harus Rapid Test 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya sedang mengkaji wacana dan mempersiapkan pemberlakuan wajib rapid test antigen bagi para wisatawan.

Wajib rapid test antigen bagi para wisatawan sudah ramai diberlakukan mulai Jumat (18/12/2020) ini. 

Baca juga: Vaksin Covid-19 Digratiskan, Kapan Vaksinasi Dimulai? Ini Penjelasan BPOM

Rapid test ini akan diwajibkan bagi wisatawan yang masuk zona-zona pariwisata seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Pangandaran, saat libur akhir tahun. 

"Itu wajib menyertakan bukti rapid test antigen. Di Bali itu harus dengan PCR kesepakatannya, kalau Jawa Barat yang tidak terlalu berbasis penerbangan. Itu kita akan coba diskusikan, cukup dengan bukti rapid test antigen," kata Gubernur yang akrab disapa Emil ini seusai Rapat Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar di Gedung Sate, Senin (14/12).

Emil mengatakan langkah itu dilakukan karena berdasarkan kesimpulan dari data Covid-19, libur panjang yang lalu membuat peningkatan kasus Covid-19 dengan cukup signifikan dan membebani rumah sakit dengan cukup signifikan pula. 

Baca juga: Jokowi Penuhi Tantangan Aa Gym? Siap Jadi Orang Pertama Divaksin Covid-19, Kini Trending di Twitter

"Belajar dari pengalaman itu, kita ingin memastikan tamu yang datang dan pergi itu adalah mereka-mereka yang sudah bersih dari Covid-19. Dan kita tidak akan menggunakan lagi rapid test antibodi lagi, tapi rapid test antigen," katanya.

Dalam waktu dekat, katanya, pihaknya akan secara teknis dibuat detailnya.

Baca juga: Ternyata Kebijakan Rapid Test Antigen bagi Penumpang Kendaraan Umum dan Pribadi Tidak Sama

Intinya, dalam pandemi Covid-19 ini, potensi kerumunan bisa terjadi dalam perayaan Tahun Baru yang biasanya dimeriahkan secara ramai-ramai sampai ada konser.

"Jadi kalau acara indoor-nya juga mengundang kerumunan, indoor-nya juga mengundang keramaian, saya kira itu akan kita larang. Kalau personal masing-masing mah itu bisa dihindari, silakan," katanya. 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga tidak mengizinkan kegiatan perayaan Tahun Baru 2021 dalam rangka menekan peningkatan penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.

Baca juga: Biaya Rapid Test Antigen Lebih Mahal? Epidemiolog; Pemerintah Sebaiknya Menetapkan Harga untuk Tarif

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Komite Penanggulangan Covid-19 sudah memutuskan bersepakat dengan para gubernur yang lain, bahwa tidak mengizinkan ada perayaan Tahun Baru, yang memang pasti punya potensi ada keriuhan dan keramaian yang membahayakan," katanya. 

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mewajibkan seluruh masyarakat yang ingin masuk ibu kota menjalani rapid test antigen atau tes rapid antigen.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan kebijakan ini mulai berlaku selama masa angkutan Natal dan tahun baru.

"Jadi untuk rapid test antigen itu menjadi kebijakan nasional. Mulai tanggal 18 Desember sampai 8 Januari," ucapnya, Rabu (16/12/2020).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved