INILAH 6 Kelompok Masyarakat yang Diprioritaskan Mendapat Vaksin Covid-19 Gratis dari Pemerintah
Berikut ini daftar kelompok masyarakat diprioritaskan mendapatkan vaksin Covid-19 gratis dari pemerintah.
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID - Berikut ini daftar kelompok masyarakat diprioritaskan mendapatkan vaksin Covid-19 gratis dari pemerintah.
Presiden Jokowi telah mengumumkan, vaksin Covid-19 gratis untuk seluruh masyarakat Indonesia.
Presiden Jokowi mengatakan pemerintah telah melakukan perhitungan soal anggaran negara yang dikeluarkan untuk vaksin Covid-19 gratis tersebut.
Dalam keterangannya, Presiden Jokowi pun mengintruksikan kepada jajarannya untuk memprioritaskan anggaran 2021 untuk program vaksin Covid-19 gratis.
Baca juga: 80 Persen UMKM Terdampak Pandemi Covid-19, Ada yang Beralih Jualan Masker dan Minuman Herbal
Meski program penggratisan vaksin itu untuk seluruh masyarakat, tapi ada beberapa kelompok masyarakat yang diprioritaskan.
Satu di antara yang kelompok masyarakat diprioritaskan itu adalah kelompok garda terdepan, yakni petugas medis.
Selain kelompok garda terdepan masih ada beberapa kelompok masyarakat lainnya.
Sedikitnya, terdapat enam kelompok masyarakat diprioritaskan mendapat vaksin Covid-19 gratis tersebut.
Berikut rincian daftar kelompok masyarakat diprioritaskan:
1. Kelompok garda terdepan (sebanyak 3.497.737 orang):
- Petugas medis
- Paramedis contact tracing,
- TNI/Polri, dan
- Aparat hukum
2. Tokoh agama/masyarakat (sebanyak 5.624.106 orang):
- Perangkat daerah (kecamatan, desa,RT/RW), dan
- Sebagian pelaku ekonomi
3. Guru/tenaga pendidik (sebanyak 4.361.197 orang)
- Guru PAUD/TK
- Guru SD
- Guru SMP
- Guru SMA
- tenaga pendidik Perguruan tinggi
4. Aparatur pemerintah (sebanyak 2.305.689 orang):
- Pusat, daerah, dan legislatif
5. Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) (sejumlah 86.622.867 orang)
6. Masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya sebanyakk 57.548.500 orang.
Dalam proses vaksinasi ini, setiap orang akan menjalani dua kali vaksinasi dengan jeda waktu 14 hari.
Pemberian vaksin akan dilakukan dokter, perawat, serta bidang di fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah, swasta serta institusi pendidikan. (Tribunjabar.id)

Presiden Jokowi Menjadi Orang Pertama Disuntik Vaksin Covid-19
Untuk menyakinkan rakyatnya, Presiden Joko Widodo akan menjadi orang pertama yang divaksin Covid-19.
Hal itu, menurutnya, agar masyarakat percaya bahwa vaksin ini aman.
"Saya juga ingin tegaskan lagi, nanti saya yang akan menjadi penerima pertama, divaksin pertama kali. Hal ini untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (16/12/2020).
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi mengumumkan bahwa pemerintah akan menggratiskan vaksin Covid-19 untuk masyarakat.
Keputusan ini diambil setelah para pemangku kepentingan menerima banyak masukan dari masyarakat dan menghitung ulang keuangan negara.
"Dapat saya sampaikan bahwa vaksin Covid-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi gratis, tidak dikenakan biaya sama sekali," ujar Jokowi.
Baca juga: Lukai Korban hingga Dikepung Massa, Pelaku Curanmor dan Penadah di Indramayu Ditangkap Polisi
Baca juga: Dinyatakan Sembuh, Wali Kota Cirebon Siap Berperang Lagi Melawan Covid-19
Atas keputusan ini, Jokowi menginstruksikan seluruh jajarannya di kementerian/lembaga serta pemerintah daerah untuk memprioritaskan program vaksinasi pada tahun anggaran 2021.
Ia juga memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk memprioritaskan dan merealokasi anggaran lain untuk ketersediaan dan vaksinasi gratis.
"Sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapatkan vaksin," kata Jokowi.
Baca juga: BIKIN MERINDING, Ini Kisah Misteri Sosok Neng Syarifah, Sinden Cantik Penghuni Kawasan Gentong
Kepala Negara juga mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. (*)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Akan Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19"