Mengenal Apa Itu Penyakit Hirschsprung dan Cara Penanganannya
Penyakit Hirschsprung mengenai bayi, namun bila tidak tertangani saat bayi, akan berlanjut ke usia anak anak bahkan hingga dewasa
ISTILAH Hirschsprung bagi sebagian orang mungkin masih awam. Kebanyakan orang menyebutkan penyakit gangguan usua pada bayi. Untuk mengetahui apa itu Hirschsprung, penyebab, gejala, serta penanganannya, berikut penjelasan dari dokter spesialis bedah anak Santosa Hospital Bandung Kopo.
Apa sebenernya penyakit Hirschsprung ?
Penyakit Hirschprung adalah gangguan pada usus yang menyebabkan feses atau tinja terjebak di dalam usus, merupakan penyakit bawaan lahir yang tergolong langka dan menyebabkan bayi tidak dapat buang air besar (BAB) dan perut menjadi kembung.
Apa penyebab Hirschsprung ?
Penyakit Hirschsprung disebabkan oleh gangguan migrasi sel sel saraf sehingga menyebabkan terjadinya bagian usus yang aganglionik (tidak ada saraf).
Apakah Hirschsprung hanya mengenai pada bayi ? Atau anak-anak dan orang dewasa juga bisa mengalami penyakit ini ?
Penyakit Hirschsprung mengenai bayi, namun bila tidak tertangani saat bayi, akan berlanjut ke usia anak anak bahkan hingga dewasa.
Apa gejala Hirschsprung pada bayi?
Gejala hirschsprung pada bayi adalah tidak buang air besar selama 24-48 jam setelah lahir, perut kembung, muntah hijau, dan pada pemeriksaan rectal toucher didapatkan BAB menyemprot.
Bagaimana penanganan penyakit Hirschsprung ?
Penyakit Hirschsprung sangat berbahaya bila tidak tertangani dengan baik, dapat menyebabkan kematian karena infeksi usus.
Adakah langkah atau cara pencegahan terhadap penyakit Hirschsprung ?
Pencegahan terhadap Penyakit Hirschsprung sulit dilakukan karena adanya faktor genetik yang berhubungan dengan penyakit ini.
Apa saja pelayanan yang ada di Santosa Hospital Bandung Kopo untuk menangani penyakit Hirschsprung ?
Di Santosa Hospital Bandung Kopo, dapat dilakukan diagnosis dini dengan pemeriksaan Barium Enema, biopsi rektum untuk menentukan ada tidaknya sel saraf pada usus.
Bila terdiagnosa secara dini, dapat dilakukan operasi satu tahap, yaitu Transanal Endorectal Pullthrough.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/santosa1512a.jpg)