Breaking News

Tukang Lekdut dan Dua Oknum Wartawan, Curi Anjing Mahal Milik Kepala Desa, Begini Akhir Kisahnya

Mengaku usaha barang rongsoknya terus merugi di tengah pandemi covid-19, seorang tukang lekdut

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ichsan
zoom-inlihat foto Tukang Lekdut dan Dua Oknum Wartawan, Curi Anjing Mahal Milik Kepala Desa, Begini Akhir Kisahnya
Wahyudi Utomo
Ilustrasi Maling

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Mengaku usaha barang rongsoknya terus merugi di tengah pandemi covid-19, seorang tukang lekdut alias tukang rongsok berinisial EDG nekat bergabung dengan dua oknum wartawan AD dan YP, lalu berencana mencuri seekor anjing milik kepala desa.

Anjing pemburu berharga belasan juta rupiah terlebih dahulu diberi makan yang telah dicampur obat hingga pingsan. Setelah pingsan tiga tersangka mengendap untuk membawa anjing tersebut.

Nahas, saat mengendap aksi tersebut diketahui warga Neglasari RT 04/03, Desa Kutawaringin, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.

Takut dengan amuk warga, tiga pelaku pun pontang panting sekuat tenaga melarikan diri ke arah Cikalongkulon. Ketiganya berhasil dicegat di wilayah perbatasan Kecamatan Sukaresmi.

Baca juga: Begini Cara Muncikari Tawarkan Cewek di Kota Bandung, Digerebek di Apartemen Jalan Cihampelas

Setelah berhasil dicegat, ketiganya pun diminta untuk kembali ke balai desa Kutawaringin.

Tukang lekdut dan dua oknum wartawan tersebut terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian, setelah ketahuan hendak mencuri anjing milik Kepala Desa Kutawaringin.

Kepolsek Mande, AKP Faisal mengatakan, tiga orang pelaku pencuri anjing yang mengaku berprofesi sebagai wartawan sudah diamankan di Mapolsek Mande.

"Pelaku melakukan aksinya dengan cara memberikan makanan kepada anjing tersebut yang telah dicampur dengan obat bius," kata Kapolsek Senin (14/12/2020).

Saat digeledah, dari ketiga oknum tersebut ditemukan beberapa kartu selain kartu pers, seperti kartu bertuliskan intelijen dan agen rahasia.

Persatuan Wartawan Indonesia wilayah Cianjur mengklarifikasi adanya kejadian oknum wartawan yang hendak mencuri anjing milik kepala desa tersebut.

Baca juga: Cerita Kakek Sudinta Saat Rumahnya Ambruk Diterjang Longsor, Istrinya Luka-luka di Wajah

Ketua PWI Cianjur M Iksan mengatakan bahwa tiga orang pelaku yang hendak mencuri anjing bukan wartawan yang terdaftar di PWI Cianjur.

"Saya tegaskan pelaku bukan anggota PWI," kata Iksan.

Iksan mengatakan, pihaknya telah menelusuri indentitas tiga orang pelaku yang mencoreng nama baik profesi wartawan.

"Setelah ditelusuri mereka (Pelaku) bekerja sebagai tukang jaga villa dan tukang barang bekas," kata Iksan.

Iksan mengatakan, ia sempat mendatangi Polsek Mande dan mendengarkan keterangan dari para tersangka. Ketiganya mengaku nekat melancarkan aksi karena terdorong faktor ekonomi di masa pandemi covid-19.

"Dari informasi memang satu di antara mereka sudah biasa mencuri anjing, kemungkinan mereka tergiur dengan harga anjing yang mencapai belasan juta rupiah itu," ujar Iksan

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved