Breaking News:

Pusat Isolasi Covid BPSDM

Di Rooftop Kami Saling Berbagi, Saling Menguatkan

Kita ini orang-orang pilihan. Dipilih Tuhan untuk merasakan pengalaman ini...

TRIBUN JABAR/ARIEF PERMADI
Setiap pagi, kami berburu matahari sambil berolahraga. Senam, lari-lari kecil, atau sekadar berjoget. 

DI Pusat Isolasi Mandiri Covid-19 Badan Pengembangan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat di Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, rooftop taman anggreknya keren habis.

Jika bosan berada di kamar, kami biasa berkumpul di sana. Luasnya hampir separuh lapangan sepakbola.

Ada dua gazebo yang biasa kami gunakan untuk berkumpul di rooftop. Dari gazebo anggrek-anggrek yang mulai bermekaran sungguh menyegarkan hati. Saat kami tiba sepekan lalu, anggrek-anggrek itu kebanyakan masih kuncup.

Pohon mangga gincu di sudut rooftop juga mulai berbunga. Tak lama lagi menjadi buah. Entah siapa yang akan memetiknya nanti.

Setiap gazebo di rooftop dilengkapi kursi dan meja dari beton yang dilapisi keramik. Bu Ketu, begitu biasa kami menyapa, selalu menempati kursi yang sama setiap kali kami berkumpul di rooftop.

Singgasana, begitu teman-teman menyebutnya. Tak ada satu pun dari kami yang berani mendudukinya. Di antara kami, ia yang paling senior.

Meski sudah berusia 58 tahun dan punya beberapa cucu, ia tampak seperti masih berusia 45-an tahun. Kadang, dalam kesempatan-kesempatan tertentu, terutama jika kebetulan kami berkumpul selepas Isya untuk melepas penat sebentar setelah makan malam, ia berubah menjadi seperti Mamah Dedeh. Tak pernah bosan mengingatkan kami untuk selalu berzikir, berserah diri.

"Kita ini orang-orang pilihan. Dipilih Tuhan untuk merasakan pengalaman ini. Kita terima dan berserah diri. Insya Allah, akan muncul banyak hal-hal baik dari ini semua," begitu kata Bu Ketu setiap kali menjadi Mamah Dedeh.

Kemarin, ia pulang setelah dua hari lalu, hasil swab PCR-nya keluar dan negatif, setelah hampir sepekan menunggu penuh kecemasan.

Bu Ketu pula yang pertama kali menyapa saya sepekan lalu, dan meminta admin grup WhatsApp memasukkan saya dan istri ke grup. Namanya keren, Sun Catcher.

Halaman
123
Penulis: Arief Permadi
Editor: Arief Permadi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved