Breaking News:

Pilkada Kabupaten Tasikmalaya

Proses Perhitungan Pilkada Tasikmalaya Tak Ditayangkan, Iwan Sebut KPU Tak Trasnparan

Sejak kemarin malam perhitungan suara yang tadinya disiarkan secara langsung di media sosial KPU dihentikan.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Firman Suryaman
Calon Bupati, Iwan Saputra (tengah), melaksanalan sujud syukur di depan sekretariat tim pemenangan Jalan Cikunir, Singaparna, Rabu (9/12) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Proses perhitungan Pilkada Kabupaten Tasikmalaya tak ditampilkan secara langsung di Kantor KPU Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan perhitungan yang tadinya disiarkan di media sosial KPU Tasikmalaya, kini juga dihentikan.

Dilansir dari akun instagram resmi KPU Kabupaten Tasikmalaya, sejak kemarin malam perhitungan suara yang tadinya disiarkan secara langsung di media sosial KPU dihentikan.

Hal itu sesuai dengan surat rekomendasi Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya tertanggal 10 Desember 2020. Isinya yaitu menghentikan penayangan real count melalui media sosial KPU Kabupaten Tasikmalaya.

Penghentian penayangan itu jadi pertanyaan calon Bupati Tasikmalaya nomor urut 2, Iwan Saputra. Ia mempertanyakan transparansi proses perhitungan suara Pilkada yang dilakukan KPU Kabupaten Tasikmalaya.

"Tayangan langsung oleh KPU dihentikan. Ada indikasi praktik kecurangan," ujar Iwan, Jumat (10/12/2020).

Sebelumnya, Iwan sudah mendeklarasikan diri menjadi pemenang dalam pilkada Kabupaten Tasikmalaya. Deklarasi didasari hasil hitung cepat (quick count) Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan perhitungan tim internalnya.

Sementara dari data perolehan suara sementara di KPU Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan pasangan Iwan-Iip Miftahul Paoz berada di posisi kedua. Sedangkan lawannya Ade Sugianto-Cecep Nurul Yakin yang meraih suara tertinggi perhitungan sementara.

Baca juga: Kesempatan Baik! Ada Lowongan Kerja PKWT di DLH Kota Bogor, Tersedia untuk Lulusan SD, SMP, dan SMA

Iwan menyebut, akibat penghentian tayangan langsung data perolehan suara sementara di KPU Kabupaten Tasikmalaya, publik menjadi resah. Ia menilai, kepercayaan publik jadi berkurang pada penyelenggara pilkada.

"Kalau kegaduhan ini masih terus terjadi, publik bisa tak percaya terhadap hasil pilkada," katanya.

Iwan berharap, KPU dapat kembali melaksanakan tugasnya sesuai standar dan aturan yang ada. Selain itu, ia meminta masyarakat untuk terus memantau proses perhitungan suara yang sedang dilakukan.

"Kami akan terus mengawal apa yang sudah kami peroleh. Raihan suara akan terus kami pantau," ucapnya.

Iwan juga berpesan agar para relawan dan simpatisannya tidak emosional dalam proses perhitungan suara. Relawan dan simpatisannya diharapkan mengawal dengan kepala dingin agar suasana tetap kondusif.

Baca juga: Dulu Akrab, Atta Halilintar Ungkap Alasan Tak Lagi Kolab dengan Ria Ricis, Takutnya Salah Sangka

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved