Kamis, 9 April 2026

Waspada, Pilkada Kabupaten Pangandaran dan Indramayu Jadi Ajang Perjudian, Pemain dari Luar

Aktivitas perjudian di Pilkada Serentak 2020 di Jawa Barat perlu diwaspadai khususnya di Pilkada Kabupaten Indramayu dan Pangandaran. 

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Giri
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Unpad, Muradi, dalam Diskusi Jelang Pencoblosan yang digelar Indonesia Political Research Consulting (IPRC) di Jalan Dr Setiabudi, Kota Bandung, Senin (7/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Aktivitas perjudian di Pilkada Serentak 2020 di Jawa Barat perlu diwaspadai khususnya di Pilkada Kabupaten Indramayu dan Pangandaran

"Kerawanan mungkin di dua tempat, Pangandaran dan Indramayu. Di Pangandaran, karena sudah masuk penjudi luar yang menjadikan pilkada sebagai ajang untuk berjudi," ujar Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Unpad, Muradi, dalam Diskusi Jelang Pencoblosan yang digelar Indonesia Political Research Consulting (IPRC) di Jalan Dr Setiabudi, Kota Bandung, Senin (7/12/2020).

Judi di ajang pilkada itu melibatkan orang luar dan untuk memenangkan jagoannya akan melakukan politik uang.

"Jadi yang ngasih uang itu bukan calon, tapi si penjudi tadi. Mereka ingin si A harus menang. Untuk Indramayu ada tapi levelnya baru naik dikit, di level desa kuat tuh," ucapnya. 

Lantas, disingung soal aktivitas perjudian itu memicu konflik horizontal, kata dia, potensinya kecil karena para penjudi itu dari luar daerah.

Baca juga: Bawaslu Kabupaten Sukabumi Sebut 6 Dapil Memiliki Kerawanan Pelanggaran Pemilu, Ini Bentuknya

Baca juga: Rizky Billar Ungkap Alasan Belum Jadikan Lesty Kejora sebagai Pacar, Ingin Langsung Nikah?

"Konfliknya karena menang dan kalah tadi. Tapi ini kan bicara orang luar masuk daerah, kalau ketahuan dan publiknya tidak menerima, dengan sendirinya akan terlokalisasi. Kalau ketahuan, Bawaslu harus melokalisasi," ucap pria bergelar profesor itu.

Soal partisipasi pemilih sebagai salah satu indikator berhasilnya pemilihan umum, ia memprediksi angka partisipasi bakal normatif.

"Antara 60 persen sampai 70 persen, bisa ke-80 persen. Kecuali di Pilkada Kota Depok, sangat berat karena akses media oleh pemilih kuat. Orang datang saja belum tentu datang, mungkin di bawah 60 persen karena khawatir Covid-19," ujarnya. 

Baca juga: Semua Layanan RSUD Ciamis Dibuka Lagi Mulai Besok, Hanya Pasien Pakai Masker yang Dilayani

Pilkada Serentak di Jabar melibatkan delapan daerah, yakni Kota Depok, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, Indramayu, dan Pangandaran. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved