Minggu, 12 April 2026

Agar Tidak Lockdown, Pemulihan Ekonomi Harus Diiringi Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Kang Uu memaparkan, perekonomian Jabar mulai membaik usai terpuruk pandemi COVID-19.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Istimewa
Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum kembali menekankan penanganan COVID-19 harus berjalan beriringan dengan pemulihan ekonomi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum kembali menekankan penanganan COVID-19 harus berjalan beriringan dengan pemulihan ekonomi.

Masyarakat harus disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. 

Hal itu dikatakan Kang Uu saat memberikan sambutan dalam acara Economic Opinion (EO) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi via konferensi video di Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (4/12/2020).

"Ekonomi ada progres signifikan. Tapi, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Jika protokol kesehatan tidak dilaksanakan dengan baik, kasus COVID-19 akan terus meningkat dan kegiatan ekonomi akan kembali terhambat," katanya.

Kang Uu memaparkan, perekonomian Jabar mulai membaik usai terpuruk pandemi COVID-19.

Ekonomi Jabar triwulan III-2020 terhadap triwulan sebelumnya meningkat sebesar 3,37 persen (q-to-q).

Secara tahunan (y-on-y), ekonomi Jabar pada triwulan III-2020 mengalami kontraksi pertumbuhan yaitu minus 4,08 persen.

Adapun berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar, implementasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) sejak Juli 2020 mendorong dibukanya kembali kegiatan usaha yang berdampak pada perbaikan kinerja lapangan usaha di Jabar, seperti sektor industri pengolahan, perdagangan, transportasi, dan penyediaan akomodasi.

Sejalan dengan hal tersebut, pendapatan masyarakat pulih secara perlahan sehingga dapat mendorong konsumsi rumah tangga.

Di sisi lain, masih berlanjutnya realisasi investasi pada triwulan IlI-2020 mendorong pertumbuhan ekonomi Jabar.

Hingga triwulan III Tahun 2020 atau periode Januari-September 2020, Jabar pun menempati peringkat pertama realisasi investasi dengan total sebesar Rp 86,3 triliun.

Jumlah tersebut akumulasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

"Teranyar, Pemda Provinsi Jabar bersama Kementerian Perhubungan telah melakukan uji coba bongkar muat produk otomotif di Pelabuhan Patimban, Subang. Ini merupakan sinyal bangkitnya harapan baru perekonomian setelah terdampak pandemi COVID-19," ucap Kang Uu.

"Dengan dimulainya operasional Pelabuhan Patimban, kegiatan ekonomi di Jabar semakin menggeliat," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved