Breaking News:

Indramayu Jadi Zona Merah Covid-19, Bagaimana Pilkada Digelar? Begini Kata Ketua KPU

Kabupaten Indramayu kembali dinyatakan sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang berstatus zona merah.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Ichsan
Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Ahmad Toni Fatoni 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kabupaten Indramayu kembali dinyatakan sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang berstatus zona merah.

Hal tersebut diketahui berdasarkan update status kewaspadaan Covid-19 periode 23-29 November dari hasil evaluasi yang dilakukan Satgas Covid-19 Jawa Barat.

Di sisi lain, Kabupaten Indramayu bakal menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020 pada 9 Desember 2020 nanti.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Ahmad Toni Fatoni mengatakan, agar tidak terjadi klaster Pilkada, protokol kesehatan akan diterapkan secara ketat.

Baca juga: Rp 32 Juta Ludes Dipakai Judi Online, Kepala Minimarket Modus Bakar Toko Buat Alibi tapi Ketahuan

"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak gugus tugas, mereka sudah memberikan gambaran terkait zona merah ini," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (3/12/2020).

Ahmad Toni Fatoni menyampaikan, dalam persiapannya, KPU Kabupaten Indramayu menjadikan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai logistik yang wajib ada selain logistik untuk keperluan pencoblosan.

Semua penyelenggara, disebutkan dia harus terlindungi kesehatannya, termasuk masyarakat yang akan mencoblos.

"Kita memastikan petugas dan masyarakat menggunakan alat pelindung diri yang lengkap dan kita tidak main-main untuk masalah kesehatan," ujar dia.

Ia juga memberi gambaran, sesuai simulasi yang sudah digelar, masyarakat akan mendatangi TPS secara terjadwal untuk menghindari kerumunan, termasuk pengaturan jarak, dan lain sebagainya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved