Superball
Stres Akibat Harapan Klub yang Terlalu Tinggi, Eden Hazard Sering Cedera di Real Madrid
Dokter timnas Belgia, Kris van Crombrugge, menyebut Eden Hazard rentan mengalami cedera di Real Madrid karena stres akibat ekspektasi tinggi klub.
TRIBUNJABAR.ID - Dokter timnas Belgia, Kris van Crombrugge, menyebut Eden Hazard rentan mengalami cedera di Real Madrid karena stres akibat ekspektasi tinggi klub.
Eden Hazard kembali menderita cedera ketika Real Madrid takluk 1-2 dari Deportivo Alaves di Estadio Alfredo Di Stefano pada laga pekan ke-11 Liga Spanyol 2020-2021, Minggu (29/11/2020) dini hari WIB.
Tampil sebagai starter, Eden Hazard hanya bermain selama 28 menit sebelum digantikan oleh Rodrygo.
Baca juga: Gol Aston Villa ke Gawang West Ham Dianulir, Jack Grealish: VAR Merusak Pertandingan Sepak Bola
Hasil pemindaian MRI yang keluar pada Senin (30/11/2020) waktu setempat menunjukkan winger asal Belgia itu menderita cedera otot.
Pihak Real Madrid telah mengonfirmasi secara langsung mengenai kondisi cedera Eden Hazard melalui laman resmi klub.
"Sehubungan dengan hasil tes yang dilakukan hari ini (Senin) pada pemain kami, Eden Hazard, oleh layanan medis klub, dia didiagnosis mengalami cedera pada otot rektus femoris kaki kanannya," bunyi pernyataan resmi klub dikutip BolaSport.com dari Marca.
"Pemulihan pemain akan terus dipantau," lanjut pernyataan klub.
Cedera kali ini merupakan yang kesekian kalinya bagi Eden Hazard sejak tiba di Real Madrid pada musim panas 2019.
Berturut-turut, Hazard mengalami cedera hamstring, engkel, kaki, betis, memar, dan cedera otot.
Baca juga: Juara Dunia F1 Lewis Hamilton Dinyatakan Positif Covid-19, Absen pada Seri GP Mendatang
Pemain yang didatangkan dari Chelsea itu tercatat sudah melewatkan 35 pertandingan akibat cedera.
Rentetan cedera itu membuat Hazard hanya sanggup mendulang tiga gol dari 28 penampilan di semua kompetisi bersama Los Blancos.
Menurut Kris van Crombrugge, Hazard kerap mengalami cedera di Real Madrid karena stres akibat tekanan serta ekspektasi tinggi oleh pihak klub.
Hazard dinilai terlalu memaksakan tubuhnya untuk terus bekerja keras hingga melebihi batas maksimal.
"Dia selalu ingin melakukan semua yang dia bisa untuk para penggemarnya dan untuk pelatihnya," kata dokter Crombrugge.
"Dia selalu ingin bermain, jadi dia memberi tekanan besar pada dirinya sendiri."
Baca juga: Gary Neville Menilai Juergen Klopp Mirip dengan Alex Ferguson dalam 2 Hal Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hazard-sakit.jpg)