Rabu, 27 Mei 2026

Gurih dan Nikmatnya Menyeruput Tutut Ala Mang Oded yang Baik untuk Kesehatan 

Olahan tutut alias keong sawah nampaknya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita. Pasalnya

Tayang:
Penulis: Fasko dehotman | Editor: Ichsan
tribunjabar/fasko dehotman
Gurih dan Nikmatnya Menyeruput Tutut Ala Mang Oded yang Baik untuk Kesehatan  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Olahan tutut alias keong sawah nampaknya sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita.

Pasalnya di beberapa daerah, keong sawah sudah sering dimasak menjadi makanan yang sangat lezat. 

Meski demikian, masih banyak orang kita yang kurang suka dan ragu akan kasiat makanan ini. 

Hal ini dikarenakan masih banyak orang yang memandang tutut adalah makanan yang kotor karena terbuat dari keong sawah. 

Selain enak dan gurih, ternyata tutut memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang sangat tinggi. 

Beberapa di antara manfaat tutut adalah bisa menyembuhkan penyakit kuning, pengobatan sakit maag, diabetes, dan kolesterol. 

Baca juga: Baca Surat Al Kahfi di Hari Jumat Sebagai Amalan Sunah, Peroleh Pengampunan Dosa di antara Dua Jumat

Bagi anda yang ingin menyantap kelezatan tutut, bisa datang ke Warung Tutut Mang Oded

Lokasinya berada di Jalan Rereng Adumanis No 15, Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.  

Di Warung Mang Oded tersedia dua varian tutut, yakni original dan pedas. 

Paling direkomendasikan tutut kuah pedas saja, karena lebih menantang saat disantap hangat-hangat. 

Satu porsinya sangat banyak, semuanya disajikan di dalam mangkuk. 

Kuahnya cukup melimpah dan memilki aroma rempah nan sedap. 

Ketika kuahnya diseruput, terasa sensasi pedas, gurih, dan asin, yang bercampur menjadi satu. 

Rasa tersebut tentu didapatkan dari proses masak yang benar dan bumbu rempah pilihan terbaik. 

Aroma bahan tututnya juga sedap, bahkan tidak berbau amis karena dicuci bersih. 

Tekstur daging tututnya sangat lembut dan kenyal ketika dikunyah. 

Pemilik Warung Tutut Mang Oded, Mang Oded menuturkan, tutut ditempatnya diolah dengan campuran bahan rempah yang cukup komplit. 

Bahan rempahnya terdiri dari lengkuas, serai, daun salam, bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, kunyit. 

Baca juga: Ruang UGD RSUD Ciamis Sempat Tutup Sehari, Bupati Larang ASN Lakukan Perjalanan Dinas ke Luar Daerah

Bagi penyuka rasa pedas, bisa diolah dengan tambahan cabai rawit dan cabai merah. 

“Rempah-rempah itu sangat penting dalam mengolah tutut. Agar bumbunya meresap, bagian belakang dari cangkang tutut harus dipotong, serta saat menikmatinya tidak kesulitan,” kata Mang Oded kepada Tribun Jabar, ditemui di warung tersebut, Jumat (27/11/2020). 

Mang Oded mengatakan, cara mengkonsumsi tutut ini sangat mudah. Tidak perlu menggunakan alat penghancur cangkang. 

"Caranya tinggal disruput atau dikecrot isian keongnya. Sensasi kecrot saat menikmati tutut juga menambah cita rasa," kata Mang Oded

Mang Oded mengaku, sajian tutut di tempatnya memiliki cita rasa gurih dan tidak berbau amis sama sekali. 

Menurut Mang Oded, stigma amis dan menjijikan dari keong ini bisa diminimalisir asalkan diolah dengan cara yang benar. 

"Mengolah tutut agar enak dan tidak amis, tidak boleh sembarangan. Jadi pas bagian tutut dipotong, tutut harus dibersihkan terlebih dahulu, lalu saat merebusnya tidak boleh terlalu lama dan jangan sebentar, karena kalau direbus terlalu lama, isiannya akan menciut. Tutut yang kami olah cukup memakan waktu 15 sampai 30 menit saja," jelas Mang Oded. 

Baca juga: Cara Menyembuhkan Cantengan Pakai Obat Tradisional Ala Dapur, Bisa Diobati tanpa Rasa Sakit

Untuk bahan tutut, Mang Oded memesan langsung dari daerah Kuningan dan Karawang di Jawa Barat. 

"Bahan tutut yang saya pesan ini jenis keong sawah dan danau," tutur Mang Oded

"Pembeda dari keduanya adalah tutut sawah itu kalau direbus bahan dagingnya lebih padat, sedangkan tutut danau itu kalau direbus isinya tidak padat. Dalam sehari kami mampu mengolah tutur sebanyak 30 kg," tambah Mang Oded

Seporsi olahan tutut Mang Oded berisikan kurang lebih 30 keong sawah. 

Satu porsinya hanya dihargai Rp 10.000.

Warung Tutut Mang Oded dibuka setiap hari pada pukul pukul 07.00 WIB–21.00 WIB.  

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved