Penanganan Virus Corona

Satu Karyawan Meninggal Akibat Covid-19, Antisipasi Pencegahan, Sekda Sukabumi Terapkan WFH

Pegawai Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat masih melakukan Work From Home (WFH) alias bekerja dari rumah

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Siti Fatimah
ISTIMEWA
Pegawai Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat masih melakukan Work From Home (WFH) alias bekerja dari rumah. 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pegawai Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat masih melakukan Work From Home (WFH) alias bekerja dari rumah.

Diketahui, WFH ini dilakukan sudah sekitar satu bulan. Karena ada seorang pegawai yang meninggal dunia karena Covid-19.

Lalu, sampai kapan WFH di Setda ini dilakukan?

Baca juga: Ruang Perawatan Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Penuh, Karawang Tambah 2 Hotel untuk Isolasi

Baca juga: VIDEO 65 Warga Puskesmas Munjul Majalengka Tes Swab Setelah Istri Pedagang Kantin Terpapar Covid-19

Penjabat sementara (Pjs) Bupati Sukabumi Raden Gani Muhamad mengatakan, WFH dilakukan sampai semua benar-benar kondusif.

"Sampai kita anggap pemulihan ini sudah merata, kita akan optimalkan kembali. Kita monitor terus, terus lakukan disinfektan jufa di kantor-kantor secara rutin.

Bila itu sudah kondusif maka kita akan jalankan normal kembali," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan WFH itu bersifat parsial.

Baca juga: Positif Covid-19, Pedagang Asal Argapura Majalengka Meninggal Dunia

Baca juga: Peristiwa Langka di Majalengka, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Masih Sama dengan Sebelumnya

Karena, kata dia, WFH pun sama-sama bekerja, walaupun bekerjanya dari rumah.

Ia membenarkan WFH ini dilakukan karena ada satu Aparatur Sipil Negara (ASN) yang meninggal positif Covid-19.

"Kalau WFH itu kita berlakukan kebijakannya parsial ya, artinya bila anggota ASN kita reaktif supaya menghindari penularan yang berisiko maka kita atur WFH, tetapi kalau semua dalam kondisi baik-baik saja kita upayakan secara normal. Karena WFH juga bekerja, namun bekerja dari rumah," jelasnya.

"Di Sekda sendiri ada yang meninggal yang bagian keuangan, yang bersangkutan waktu itu terindikasi types, tapi pas di swab hasilnya positif," pungkasnya.

Baca juga: Guru Ngaji dan Nakes di Luragung Kuningan Terkonfirmasi Positif Covid-19,113 Orang Ikut Swab Test

Catatan redaksi;

Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M (Memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Makanya, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Tribunjabar.id, grup Tribunnews.com, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M ( *wajib memakai masker, wajib rajin mencuci tangan, dan wajib selalu menjaga jarak* ).

Bersama-kita lawan virus corona.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved