Cerita Riki Bertahan di Tengah Pandemi
Dari Jentik Nyamuk Saja, Hasilnya Jutaan Rupiah Sebulan
BERKAT jentik nyamuk, Riki Supriyadi (38) berhasil menyelamatkan perekonomian keluarganya yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19.
Penulis: Arief Permadi | Editor: Arief Permadi
BERKAT jentik nyamuk, Riki Supriyadi (38) berhasil menyelamatkan perekonomian keluarganya yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19. Dari jentik saja, ia mendapat jutaan rupiah setiap bulannya.
Ditemui di lapaknya yang kecil di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, belum lama ini, Riki baru saja selesai mengganti air yang ia pergunakan untuk menyimpan ribuan jentik nyamuknya. Ada dua ember bekas cat yang ia gunakan sebagai wadah.
"Yang ini bukan jentik. Bentuknya lebih kecil-kecil. Ini kutu air," ujar Riki.
Sepintas kutu-kutu air ini terlihat seperti butiran pasir. Tapi, jika diperhatikan, barulah terlihat bahwa mereka hidup. Berenang ke sana ke mari.
Baik jentik nyamuk maupun kutu air, kata Riki, belakangan memang banyak dicari seiring meningkatnya kegemaran orang memelihara ikan cupang. Jentik dan kutu air adalah makanan favorit ikan hias itu. Katanya, warna ikan cupang akan lebih cemerlang jika diberi makan jentik dan kutu air.
Untuk satu plastik kecil jentik atau kutu air, penyuka cupang cukup membayar Rp 4 ribu atau Rp 5 ribu.
"Setiap hari selalu ada yang beli. Rata-rata laku 20-an plastik sehari," ujarnya.
Selain menjual secara eceran, Riki juga memasok jentik ke toko-toko ikan cupang. "Tapi, by order aja. Cuma ke toko-toko yang dekat karena nganternya juga pakai sepeda. Nanti kalau sudah kebeli motor, mungkin bisa nganter agak jauhan," kata Riki, yang kini sudah dikaruniai anak laki laki berusia lima tahun.
"Namanya Rafli Aprilio. Tadinya mau saya masukin dia ke TK tahun ini. Tapi ngeliat masa pandemi seperti ini, saya tunda aja sampai bener-bener aman," kata Riki.
Siang itu, Rafli sedang menemani Riki berjualan. "Ibunya sedang di Cilacap," kata Riki.
Selain berjualan jentik nyamuk dan kutu air, di lapaknya yang ia dirikan tak jauh dari tempat indekosnya itu, Riki juga menjajakan ikan-ikan cupang, yang sebagian besar ia ternakkan sendiri. Tak hanya ikan cupang, Riki juga berjualan ikan hias lainnya seperti guppy, neon tetra, dan ikan zebra. Ada juga kura-kura hijau yang sangat disukai anak-anak.
Baca juga: Bisnis Akuarium Mini, Omzetnya Bisa Jutaan Rupiah Sehari
Meski sudah lama menggeluti bisnis ikan hias, Riki mengaku baru benar-benar terjun ke bisnis ini sejak delapan bulan lalu. Sebelumnya, Riki bekerja di perusahaan konveksi di daerah Cipadung, Kota Bandung. Tapi, karena pandemi, sejumlah karyawan dirumahkan, termasuk dirinya.
"Dari situ mulai konsentrasi ke jualan ikan hias, termasuk jualan jentik dan kutu air ini," ujarnya sambil tertawa. Saat berbicara jemarinya sibuk menangkapi jentik yang mulai bersayap dan berusaha terbang, lalu tanpa ragu membunuhnya. "Kalau yang yang sudah jadi nyamuk, ikan enggak suka," katanya.
Riki mengatakan, tak sulit untuk mendapatkan jentik nyamuk atau kutu air di sekitar tempatnya berjualan. "Di sini masih ada banyak sawah. Kalau sudah terbiasa, kita sudah hapal spot-spotnya," kata Riki.
Biasanya, Riki mencari jentik selepas Isya, berbekal senter dan saringan yang rapat. "Enggak lama, paling sekitar 20 atau 30 menitan, sudah dapat banyak. Tapi, kalau musim hujan seperti ini kadang agak lebih lama. Spotnya banyak yang hilang."
Dibanding hari biasa, kata Riki, keuntungan berjualan pada hari Minggu atau saat tanggal merah kerap jauh lebih besar. "Hari Minggu bisa bawa pulang uang Rp 500 ribu. Sering juga lebih dari itu. Saya sebenarnya inginnya jualan online juga, tapi hapenya belum memadai," kata Riki.
Saat ditanya, apakah ia akan kembali bekerja di perusahaan konveksi seandainya perusahaan tempatnya dulu bekerja memintanya kembali, Riki langsung tersenyum.
"Sepertinya saya mau konsentrasi di sini aja dulu. Dagang cupang, jentik dan kutu air," ujar Riki, yang langsung membuka maskernya saat hendak difoto. "Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir," cetusnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/riki-supriadi.jpg)