Jumat, 17 April 2026

2 Kecamatan di Indramayu Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Tersambar Petir

BPBD Kabupaten Indramayu mencatat ada dua kecamatan yang menjadi amukan angin puting beliung dalam beberapa hari terakhir.

Istimewa
Rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana puting beliung di Desa Karangkerta, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Kamis (26/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu mencatat ada dua kecamatan yang menjadi amukan angin puting beliung dalam beberapa hari terakhir.

Dua kecamatan itu adalah Kecamatan Tukdana dan Kecamatan Terisi.

Akibatnya, puluhan rumah di beberapa desa di kedua kecamatan itu, meliputi Desa Karangkerta, Desa Kendayakan, dan sekitarnya mengalami rusak ringan dan rusak berat.

Pepohonan yang berada di wilayah itu juga tumbang diterjang angin ribut.

"Di Tukdana itu ada 26 rumah rusak, 11 di antaranya rusak sedang, kalau di Terisi ada 1 rumah rusak ringan dan 2 pabrik penggilingan beras rusak ringan serta tiang-tiang listrik juga roboh," ujar Team Kaji Cepat BPBD Kabupaten Indramayu, Ismail Husni kepada Tribuncirebon.com usai melakukan assesment, Kamis (26/11/2020).

Ismail Husni menceritakan, kejadian angin puting beliung itu awalnya terjadi di Kecamatan Tukdana pada Minggu (22/11/2020) kemarin.

Selain merusak rumah, akibat puting beliung itu satu warga dilaporkan mengalami luka berat.

Ia tersambar petir saat hujan deras disertai angin puting beliung tersebut melanda kawasan setempat.

"Warga itu lagi ngembala kambing, kambingnya mati kesambar petir juga. Tapi kalau korban alhamdulillah masih hidup," ujar dia.

Selang dua hari kemudian, angin puting beliung terjadi di Kecamatan Tukdana pada Selasa (24/11/2020).

Beruntung saat itu tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.

Baca juga: Dedi Mulyadi Buka Suara Soal Ekspor Benih Lobster, Sebut KKP Melanggar Kesepakatan dengan DPR

Dalam hal ini, Ismail Husni menjelaskan, bencana puting beliung memang menjadi salah satu bencana yang diwaspadai di Kabupaten Indramayu.

Terjadinya bencana tersebut juga dipengaruhi adanya fenomena La Nina, sehingga potensi angin puting beliung bisa terjadi kapan saja.

BPBD Kabupaten Indramayu pun sebelumnya sudah meminta kepada pemerintah desa untuk memangkas dahan-dahan pohon yang kelebihan beban untuk antisipasi bilamana roboh menimpa rumah warga.

Kepada masyarakat, pihaknya juga diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati. Jika terjadi bencana segera melapor ke petugas.

"Cuaca ekstrem ini diprediksi akan berlangsung sampai Maret 2021," ujar dia.

Baca juga: Bacaan Doa Dzikir Petang Dianjurkan Rasulullah SAW, Dibaca Setelah Ashar, Terjaga dari Ganguan Jin

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved