Breaking News:

Ketiga Terendah di Jabar, UMK Ciamis Tahun 2021 Tidak Berubah, Sama dengan UMK 2020

UMK Ciamis untuk tahun 2021 sudah ditetapkan sebesar Rp 1.886.054. Sama dengan UMK Ciamis tahun 2020.

Tribun Jabar/Cipta Permana
Ilustrasi buruh. Ketiga Terendah di Jabar, UMK Ciamis Tahun 2021 Tidak Berubah, Sama dengan UMK 2020 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID,CIAMISUMK Ciamis untuk tahun 2021 sudah ditetapkan sebesar Rp 1.886.054. Sama dengan UMK Ciamis tahun 2020. Tidak ada kenaikan dan tidak penurunan.

Dari 27 Kabupaten/kota di Jabar yang UMK tahun 2021-nya sudah ditetapkan Gubernur Jabar, Sabtu (21/11),  Ciamis dan sembilan kabupaten/kota lainnya tidak menaikkan  UMK. Sama dengan UMK tahun 2020.

Posisi besaran UMK Ciamis juga sama dengan UMK 2020 yakni masih posisi 3 terendah setelah Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran. Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran merupakan daerah pemekaran Kabupaten Ciamis.

“UMK Ciamis untuk tahun 2021 sama dengan UMK tahun 2020. Tidak ada kenaikan, yakni masih sebesar Rp 1.886.054. Posisi Ciamis juga masih sama, yakni ketiga terendah di Jabar,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK-Apindo) Ciamis, Rd Ekky Bratakusumah kepada Tribun, Minggu (22/11).

Baca juga: Longsor di Desa Bunter Sukadana Ciamis Timpa Jalan Desa, Ketebalan Material Longsor Selutut

Besaran UMK Ciamis yang sudah ditetapkan Gubernur Jabar sebesar Rp 1.886.054 tersebut menurut Ekky sama dengan hasil rapat Dewan Pengupahan Ciamis yang berlangsung dua minggu.

Rapat Dewan Pengupahan Ciamis dua minggu lalu yang berlangsung di Balai Diklat Disnaker Ciamis di Jl Bojonghuni mengusulkan UMK Ciamis untuk tahun 2021 sama dengan UMK tahun 2020.

“Usulannya sama dengan UMK tahun 2020. Tidak ada kenaikan, itu kesepakatan anggota Dewan Pengupahan yang hadir rapat pembahasan UMK 2021 tersebut,” katanya.

Rapat Dewan Pengupahan Ciamis tersebut dipimpin Kadisnaker Ciamis dan  dihadiri oleh  pengurus DPK Apindo Ciamis (2 orang), SPSI Ciamis (2 orang), pejabat Disperindagkop UMKM, BPS, perwakilan Perguruan Tinggi (Dekan dan dosen FE Unigal) dan pejabat lainnya.

Menurut Ekky, UMK Ciamis untuk tahun 2021 diusulkan tidak naik dengan pertimbangan kondisi pandemi saat ini cukup berat bagi pelaku usaha untuk mempertahankan usahanya.

“Pertimbangan utama adalah surat edaran Menaker tentang UMK tahun 2021, tidak ada perubahan atau sama dengan UMK tahun 2020. Juga SK Gubernur Jabar yang memperkuat SE Menaker,” ujar Ekky.

Baca juga: Massa Pendukung Cabup-Cawabup Padati Lokasi Debat Publik Pilkada Indramayu 2020

Dengan pertimbangan tersebut, menurut Rd Ekky, dewan pengupahan Ciamis mengusulkan   besaran UMK Ciamis tahun 2021 sama dengan UMK tahu 2020.

“Dengan kondisi usaha saat ini pada masa pandemi, besaran UMK yang tetap tersebut sebenarnya bagi pengusaha di Ciamis cukup berat. Banyak usaha tidak jalan. Demi kelangsungan usaha dan kondisifitas di Ciamis kami menerima penetapan UMK tahun 2021 sama dengan tahun 2020. SPSI sendiri pada saat rapat (dewan pengupahan) memahami kondisi yang dihadapi pengusaha pada masa pandemi ini,” katanya.

Di Ciamis menurut Ekky ada 70 perusahaan yang karyawanya diatas 100 orang. Tetapi perusahaan dengan jumlah pekerja lebih  200 sampai 500 orang hanya segelintir. Diantaranya  perusahaan transportasi/ otobus (6), perusahaan pengolahan kayu (2), supermarket (2) dan rumah sakit swasta (3).

“Kalau perusahaan besar yang pekerjanya lebih dari 1.000 orang di Ciamis tidak ada,” ujar Ekky

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved