Breaking News:

Virus Corona

Libur Panjang Akhir Tahun Tak Masalah Selama Masyarakat Patuh Protokol 3M Cegah Covid-19

Peniadaan libur panjang akhir tahun tak serta merta berpengaruh pada rendahnya tingkat penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Istimewa/Dok. Humas Polres Ciamis
Operasi yustisi usai apel siaga pengamanan liburan panjang akhir pekan di Bunderan Tugu Ikan Marlin akses masuk Pantai Pangandaran, Kamis (29/10/2020) menjaring 176 orang pelanggar protokol kesehatan karena tidak pakai masker diberi sanksi di tempat. 

TRIBUNJABAR.ID. JAKARTA - Peniadaan libur panjang akhir tahun tak serta merta berpengaruh pada rendahnya tingkat penyebaran Covid-19 di masyarakat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, menyatakan sekalipun pemerintah akhirnya meniadakan libur panjang, angka penularan Covid-19 mungkin akan tetap tinggi jika masyarakat menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

"Prinsipnya sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan 3M," ujarnya dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (20/11/2020).

Baca juga: Rekor Tertinggi Covid-19 Pecah Kemarin, Sehari 5.444 Kasus, Disebut Gara-gara Libur Panjang

Namun, belajar dari pengalaman, kata Wiku, libur panjang selama masa pandemi Covid-19 memang kerap menjadi pemicu meningkatnya kasus Covid-19.

Tak heran, sejumlah pihak termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sejumlah pakar kesehatan meminta pemerintah meniadakan libur panjang akhir tahun 2020.

Namun, sekali lagi, ujarnya, keberhasilan penekanan penularan Covid sangat bergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

"Jadi, terlepas diberlakukannya, disingkatnya, atau ditiadakannya libur akhir tahun ini, keputusan yang diambil pemerintah tersebut dalam upaya untuk melindungi masyarakat dari potensi penularan Covid-19. Ingat, keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi," tegas Wiku.

Merujuk pada revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 391 Tahun 2020 dan Nomor 2 Tahun 2020, tanggal 24-25 Desember diputuskan untuk menjadi cuti bersama dan libur Natal. SKB itu juga memutuskan 28 Desember-31 Desember menjadi libur pengganti cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah.

Rangkaian libur bertambah mengingat 1 Januari yang merupakan tanggal merah jatuh pada hari Jumat. Ini membuat "libur" terus tersambung ke hari Sabtu dan Minggu, sehingga total masa libur menjadi 11 hari.(*)

Penulis: Arief Permadi
Editor: Arief Permadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved