Selasa, 19 Mei 2026

Viral Warga di Indramayu Ancam Perangi Seluruh Kades Bila Ikut Campur, Kini Dilaporkan ke Polisi

Karena adanya keterlibatan kuwu dari desa lain, salah seorang warga dalam video itu lalu melontarkan nada ancaman.

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Para kuwu yang tergabung dalam Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI) saat membuat laporan di Mapolres Indramayu, Selasa (17/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Sebuah video berisikan nada ancaman dari salah seorang warga kepada para kepala desa atau kuwu se-Kabupaten Indramayu viral di media sosial.

Ancaman tersebut dilontarkan warga tersebut saat melakukan aksi unjuk rasa soal transparansi penggunaan dana desa di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu pada Kamis (12/11/2020) kemarin.

Dalam video berdurasi 25 menit 34 detik yang diunggah chanel youtube All In One Indramayu itu, awalnya hanya mempertontonkan aksi unjuk rasa warga yang meminta agar Kuwu Dadap mundur dari jabatannya.

Baca juga: 3 Jenderal Polisi Digeser Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz, Alasannya Sangat Mendasar, Ini Namanya

Namun, karena adanya keterlibatan kuwu dari desa lain, salah seorang warga dalam video itu lalu melontarkan nada ancaman.

Pria itu juga menantang perang bilamana para kuwu dari desa lain di Kabupaten Indramayu tetap ikut campur soal masalah yang ada di desanya tersebut.

"Setiap kuwu yang diluar Dadap jangan ikut campur, apalagi sekarang mendatangkan kuwu-kuwu. Saya sebagai masyarakat mengecam kalau saja seluruh kuwu yang ada di sini selain Kuwu Dadap akan saya habisi, akan saya usir siapapun, apapun alasannya, kalaupun perang, saya perang," ujar dia dalam rekaman video.

Adanya ancaman itu pun memicu reaksi dari Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI), mereka melaporkan tindakan tersebut ke Polres Indramayu.

"Kami hanya memberi saran, sebagai sesama kuwu, agar tetap mengedepankan kepentingan masyarakat. Jangan sampai ada tindakan-tindakan yang melawan hukum," ujar Ketua Umum AKSI, Tarkani kepada Tribuncirebon.com seusai membuat laporan di Mapolres Indramayu, Selasa (17/11/2020).

Baca juga: 10 Tahun Hidup Berdempetan dengan Kandang Domba, Keluarga Ini Pun Terharu Dibantu Bangun Rumah

Tarkani menilai, perbuatan yang dilakukan warga itu serius dan terlalu provokatif.

Ia mengkhawatirkan, jika tidak ditanggapi maka akan menganggu konduktivitas daerah.

Terlebih, sebentar lagi Kabupaten Indramayu akan melaksanakan Pilkada Serentak 2020.

Tarkani menambahkan, respon yang diperlihatkan AKSI atas keluhan anggotanya sebenarnya normatif.

Ia juga menepis soal adanya tudingan miring bahwa pembelaan AKSI terhadap Kuwu Dadap punya motif politis.

Dalam perjalanannya, Kuwu Desa Dadap Asyriqin Syarif Wahadi disampaikan Tarkani, meminta bantuan berkonsultasi kepada AKSI atas persoalan yang dihadapi.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved