Setelah Kerumunan Massa Terjadi di Acara Rizieq Shihab, IDI Memelas Minta Ini
Kerumunan masif terjadi sejak kedatangan Habib Rizieq Shihab. Kerumunan massa berpotensi menjadi media penularan Covid-19.
Ia pun meminta publik untuk membantu tenaga medis dengan cara tidak memperparah situasi pandemi ini.
"Tapi mohon, mohon sekali kepada lapisan masyarakat untuk minta pengertiannya, membantu kami untuk tidak memperberat situasi," kata Daeng.
"Kami mohon untuk tidak memperberat situasi, tidak menambah kasus lebih besar, tidak menambah penularan lebih banyak, angka gugurnya petugas kesehatan lebih banyak," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi menyampaikan, data per 10 November 2020 terdapat 159 dokter yang meninggal dunia akibat tertular Covid-19.
Dalam kurun waktu 10 November hingga saat ini, ada 2-3 dokter yang tutup usia juga karena virus corona.
Banyaknya tenaga medis yang meninggal, kata Adib, dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat.
"Positive rate yang terjadi di masyarakat juga tersampak pada lonjakan kasuss kematian yang terjadi juga di dokter dan tenaga kesehatan," ujar Adib.
Kerumunan Massa Resahkan Warga
Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menyatakan, kerumunan massa tanpa mengindahkan protokol kesehatan telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
"Terjadinya beberapa kerumunan massa tanpa protkol kesehatan menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat, seperti yang disampaikan warga maupun beberapa organisasi masyarakat melalui berbagai media," kata Idham dalam konferesi pers yang disiarkan akun YouTube Kompas TV, Sabtu (14/11/2020).
Idham pun mengimbau semua pihak untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, termasuk menghindari kerumunan massa.

Ia mengingatkan, pandemi Covid-19 masih terjadi dan telah menyebabkan 457.735 orang di Indonesia terinfeksi Covid-19 dan 15.037 di antaranya meninggal dunia.
"Saya mengimbau dalam suasana pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini agar semua pihak mematuhi protokol kesehatan dengan senantiasa memakai masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan massa," kata Idham.
Idham menambahkan, protokol kesehatan harus senantiasa dijalankan untuk keselamatan bersama dan semua orang yang ada di Indonesia.
Menurut Idham, hanya dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan maka masyarakat akan terhindar dari Covid-19.