Breaking News:

Hanya Bertahan 10 Hari di zona Oranye, Sehari Ada 10 Kasus, Daerah Ini Kembali Berstatus Zona Kuning

Perubahan setatus dari zona kuning ke orange terbesut berdasarkan penilaian dan evaluasi dari Tim Satuan Tugas Covid-19 Provinsi (Pemprov) Jawa Barat

tribunjabar/m rizal jalaludin
ilsutrasi 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Wilayah Kota Sukabumi kembali masuk dalam zona oranye atau risiko sedang akibat jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dalam satu hari terus mengalami penambahan diatas 10 orang.

Sebelumnya wilayah Kota Sukabumi masuk dalam zona kuning atau kategori sedang hanya mampu bertahan selama 10 hari. Senin (16/11/2020).

Baca juga: Selama Pandemi Covid-19, PMI Kota Cirebon Akui Kegiatan Donor Darah Menurun Signifikan

Baca juga: Pemkab Garut Siapkan Rumah Susun untuk Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Rita Fittianingsih mengungkapkan, perubahan setatus dari zona kuning ke orange terbesut berdasarkan penilaian dan evaluasi dari Tim Satuan Tugas Covid-19 Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

"Berubah lagi seiring dengan kasus pasien terkonfrmasi positif Covid-19 diwilayah Kota Sukabumi terus bertambah diatas 10 orang," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Tribunjabar.id

Baca juga: Berikan Kiat Pola Asuh Anak Saat Pandemi Covid-19, Telkomsel Hadirkan Kelas Parenting

Baca juga: Disiplin Cegah Covid-19, Instansi Ini Setiap Jam Pulang Kantor Lakukan Hal Ini, Bisa Jadi Contoh

Penambahan angka pasien terkonfirmasi itu lanjut dia, karena tingkat kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan yang minim dan mobilitas yang tinggi.

"Pasca libur panjanga kemarin dan pergerakan warga yang sangat tinggi tanpa memperhatikan protokol kesehatan saat beraktivitas sehari-hari, sehingga penambahan kasus secara nasional maupun didaerah masih tinggi," ucapnya.

Baca juga: Tiga Kepala Dinas di Pemkot Sukabumi Positif Terpapar Covid-19, Ini Kondisi Mereka

Baca juga: Dukung PJJ Saat Pandemi Covid-19, Program Ini Bantu Pelajar dan Guru yang Tak Miliki Handphone

Rita menambahkan, saat ini tingkat penambahan kasus pasien positif Covid-19 didominasi dengan orang yang bergelaja, berbeda dengan sebelumnya paling banyak ditemuka pasien tidak bergejala.

"Dengan banyaknya pasien yang bergejala, kami dari pemeritah akan terus meningkatkan sosialisasi dan edukasi agar masyarakat. Selain itu untuk kegiatan belajar tatap muka hingga kini dianjurkan untuk dilaksanakan secara daring," katanya.

Penulis: Fauzi Noviandi
Editor: Siti Fatimah
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved