Dukung PJJ Saat Pandemi Covid-19, Program Ini Bantu Pelajar dan Guru yang Tak Miliki Handphone
Pada kenyataannya masih ada pelajar/siswa dan guru yang tidak memiki telepon genggam atau gadget yang bisa mendukung pembelajaran jarak jauh
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jelang akhir tahun 2020, Indonesia masih mengalami Pandemi Covid-19. Karena itu sejumlah kegiatan seperti belajar mengajar jug masih dilakukan secar online atau daring.
Sejumlah kendala dihadapi oleh mereka-mereka yang tidak kurang mampu secara ekonomi.
Pada kenyataannya masih ada pelajar/siswa dan guru yang tidak memiki telepon genggam atau gadget yang bisa mendukung pembelajaran jarak jauh.
Kendala lain juga terkait jaringan internet serta kuota pendukung untuk proses belajar online.
Baca juga: BLT Pekerja Swasta Kembali Dicairkan Pekan Ini, Begini Cara Cek Saldo di Rekening via Mobile Banking
Berangkat dari kondisi tersebut, Wakaf Salman bersama Bodrex memiliki program untuk membantu belajar online bagi pelajar/siswa dan guru yang membutuhkan.
"Pandemi COVID-19 memberi dampak yang besar di seluruh aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan,"kata Corporate Secretary Wakaf Salman ITB, Ryan Faisal melalui zoom meeting akhir pekan kemarin.
Hingga saat ini Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara fisik masih belum dapat dilaksanakan secara penuh.
Hal tersebut berdasar pada Surat Edaran yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: S.E Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.
Baca juga: Berawal dari PHK, Pasutri di Purwakarta Olah Kulit Pisang, Kini Mereka Raup Puluhan Juta per Bulan
Salah satu poinnya menjelaskan bahwa kegiatan belajar dari rumah secara daring atau online.
"Namun sayangnya tidak semua guru dan siswa siap melakukan kegiatan dari rumah atau Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)," katanya.
Sebanyak 300 ribu (9,35%) siswa TK, SD, dan SMP di Kota Bandung terkendala tidak memiliki sarana belajar online seperti handphone, laptop, atau tablet selama empat bulan dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di rumah”.
"Permasalahan diatas menuntut kepedulian kita bersama, maka dari itu Wakaf Salman menginisiasi program Donasi GARUDA (Donasi GAdget untuk guRU Dan siswA)," kata Ryan.
Baca juga: Ustadz Abdul Somad Nangis di Dekat Habib Rizieq, Bahas Soal Jangan Sakiti Keturunan Nabi & Sebut SBY
Wakaf Salman mengajak partisipasi seluruh masyarakat guna membantu guru dan siswa yang kurang mampu untuk memiliki smartphone dan kuota internet.
"Inilah bukti nyata kita turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di tengah kesulitan akibat pandemi," Katanya.
Kesuksesan program GARUDA (Gadget untuk Guru & Siswa) semenjak pertama kali diluncurkan diapresiasi oleh PT. Tempo Scan Pacific, Tbk. yang kemudian menyambut baik dengan mengajak berkolaborasi melalui penyaluran dana sosial perusahaan di bidang Pendidikan dari salah satu brand-nya yaitu BODREX.
Menurut Ryan, saat ini Wakaf Salman dan Bodrex berkolaborasi dalam kampanye BODREX MERAH PUTIH BERBAGI X GARUDA.
Baca juga: Pihak yang Laporkan Nikita Mirzani Tak Main-main, Bawa Barang Bukti Ini ke Polda Metro Jaya
Menyalurkan total dana CSR akan dikonversi berupa smartphone & kuota internet dan akan disalurkan kepada penerima manfaat hingga bulan Desember 2020.
Wakaf Salman menyatakan apresiasi dan impresi positif terhadap Bodrex yang telah melibatkan Wakaf Salman mejadi bagian dalam program donasi ini sehingga semakin menjadi pengguggah semangat berbagi untuk pendidikan anak Indonesia saat ini di masa pandemi.
"Wakaf Salman akan memberikan dukungan dan berperan sebagai lembaga penyalur yang akan menghimpun, mengonversi dan menyalurkan donasi smartphone dan kuota internet kepada calon penerima," katanya.
Pada kegiatan yang sama, General Manager Brand Portfolio & Communication dari PT Tempo Scan Pacific Tbk, Audrey Gandadjaja mengatakan, Program#Bodrexmerahputihberbagi x Garuda diluncurkan sebagai bagian dari rangkaian program kepedulian yang dilakukan dalam rangka ulang tahun ke-50 bodrex.
Baca juga: TERBARU, Dibuka Lowongan Kerja BUMN di Bank Mandiri untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Cek di Sini
"Program ini sudah dijalakan sejak bulan Oktober 2020 dan penyaluran total dana corporate social responsibility (CSR) akan dikonversi berupa smartphone & kuota internet dan akan disalurkan kepada penerima manfaat dan yang telah dibagikan merupakan pembagian tahap satu ada 54 unit HP dan kuotanya,” kata Audrey.
Menurutnya, pihaknya sangat mendukung adanya program tersebut karena program ini dapat membantu para siswa sekolah yang memiliki keterbasatan dalam masalah perangkat dalam mendukung proses dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di rumah.
Untuk itu, pihaknya juga mengapresiasi orang-orang yang sudah turut mendukung program ini dan merealisasikan kebutuhan pelajar/siswa serta guru yang membutuhkan handphone serta kuota untuk kegiatan PJJ.
Baca juga: Turun Rp 10 Juta! Ini Daftar Harga Mobil Bekas Suzuki Ignis, Mobil SUV Keluaran Tahun 2017
Menurut Audrey, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pembagian smartphone & kuota internet untuk tahap dua dan tahap tiga yang diharapkan bisa dilakukan pada bulan Januari 2021.
“Semua yang terkumpul akan kita konversikan menjadi paket HP dan kuota internet, nanti sampai dengan closing donasi an hingga saat ini bantuan masih terus masuk dari partisipasi umum terakhir ada Rp.12 juta melalui rekening dan sejumlah HP bekas yang masih layak pakai,” katanya.
Bagi masyarakat yang akan membantu Program GARUDA bisa melakukan donasi berupa uang yang dapat disalurkan ke Rekening BCA 607-031-4990 a/n PT Tempo Scan Pacific Tbk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wakaf-salman.jpg)