Yuk Manfaatkan Cultural Space, Ruang Kreatif Terbuka di Tahura Djuanda
Ada yang baru nih jika Anda sedang berlibur ke Tahura Djuanda. Kini, ruang terbuka yang dipenuhi hutan ini
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Ada yang baru nih jika Anda sedang berlibur ke Tahura Djuanda. Kini, ruang terbuka yang dipenuhi hutan ini memiliki Cultural Space.
Cultural Space Tahura Djuanda atau CS Tahura Djuanda adalah ruang terbuka yang difungsikan untuk aktivitas kebudayaan dan kesenian.
Meskipun sebenarnya, setiap ruang yang ada di kawasan Tahura ini sebenarnya bisa difungsikan untuk aktivitas kebudayaan dan kesenian, namun CS Tahura Djuanda ini agak berbeda.
Kini pengelola Tahura Djuanda merancang dan mengkonstruksi sedemikian rupa salah satu ruang terbuka di tepi kolam yang berada dalam kawasan taman hutan raya ini.
Kepala Tahura Ir H Djuanda, Lianda Lubis, mengatakan Cultural Space ini akan menjadi media luar ruang untuk menghantarkan pesan tentang kebudayaan dan kesenian supaya adanya interaksi yang konstruktif.
Baca juga: Pemkab Sumedang Sisir Buruh Tani yang Tak Dapat Bantuan Saat Pandemi Covid-19
"Cultural Space ini bisa menghadirkan tentang kebudayaan dan kesenian di masa lampau untuk belajar tentang keluhuran budi," ujar Lianda Lubis, Minggu (15/11/2020).
Ruang ini juga, kata Lianda akan menghadirkan kebudayaan kekinian untuk memahami apa yang sedang terjadi, masa yang akan datang, atau harapkan yang ingin di proyeksikan.
"Disini bisa menghadirkan 3 masa tersebut secara bersamaan yang menceritakan tentang kehidupan dan kemanusiaan," ujarnya.
Di ruang interaksi kebudayaan dan kesenian ini, tidak mebeda-bedakan suku, agama, ras dan antar golongan.
Siapapun atau komunitas manapun memiliki hak dan kewajiban yang sama atas ruang ini dengan batasan norma-norma yang ada.
Baca juga: Ada Lagi Pegawai KPU Indramayu Positif Covid-19, Satgas Bakal Gelar Swab Test Ketiga Kali
"Tujuan dihadirkannya cultural space ini adalah untuk membangun nilai-nilai baik dan keluhuran bagi kemanusiaan, kelestarian lingkungannya, dan kesejahteraan," ujarnya.
Cultural Space ini baru saja soft opening pada Sabtu, 14 November 2020.
Di awal perkenalan ini, komunitas yang terlibat berasal dari perfilman yaitu The Panas Dalam Movie dan komunitas Bitread Publishing.
Kolaborasi yang dibuat adalah karya perdana berupa sebuah film pendek bergenre horor yang berdasar pada sebuah karya cerita pendek dengan judul “Hujan Yang Tak Bersuara”.
Dengan adanya ruang kreatif berbudaya di tengah hutan ini tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda yang ingin terus belajar mengenal akan budayanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/yuk-manfaatkan-cultural-space-ruang-kreatif-terbuka-di-tahura-djuanda.jpg)