Penanganan Virus Corona
Pemkab Sumedang Sisir Buruh Tani yang Tak Dapat Bantuan Saat Pandemi Covid-19
Buruh tani di Kabupaten Sumedang yang belum mendapat bantuan selama pandemi Covid-19
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Buruh tani di Kabupaten Sumedang yang belum mendapat bantuan selama pandemi Covid-19 akan disisir karena hingga saat ini masih banyak yang belum menerima bantuan.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengatakan, formulasi untuk membantu buruh tani ini yakni dengan cara memperdayakan mereka melalui kelompok tani karena mereka pasti memiliki skill tapi tidak memiliki lahan.
"Kami akan sisir mereka, karena mohon maaf, kebanyakan yang miskin di Sumedang itu, buruh tani yang ada di desa," ujarnya belum lama ini.
Rencananya, buruh tani tersebut akan diberikan pinjaman lahan milik tanah kas desa, tanah negara dan tanah milik Perhutani supaya perekonomian mereka bisa meningkat.
Baca juga: Ada Lagi Pegawai KPU Indramayu Positif Covid-19, Satgas Bakal Gelar Swab Test Ketiga Kali
Ia mengatakan, setelah mereka diberikan lahan, pemerintah tinggal memberikan bantuan modal berupa benih tanaman yang akan ditanam oleh para buruh tani tersebut.
"Kalau seperti itu, mereka akan sejahtera karena tak hanya mengandalkan dari pemilik lahan," kata Dony.
Terlebih, kata Dony, selama ini petani pemilik lahan yang kerap menerima bantuan, padahal kebanyakan warga miskin di Sumedang itu merupakan buruh tani.
"Berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) itu hanya yang punya lahan, jadi yang dapat bantuan kebanyakan pemilik lahan," ucapnya.
Terkait hal ini, pihaknya sudah menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang untuk mendata buruh tani yang belum menerima bantuan tersebut.
Baca juga: Sudah 13 Balita Positif Covid-19 di Indramayu Selama Pandemi, Terbaru Balita Usia 3 Tahun
Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M (Memakai masker, rajin mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak).
Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Makanya, pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.
Tribunjabar.id, grup Tribunnews.com, mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M ( *wajib memakai masker, wajib rajin mencuci tangan, dan wajib selalu menjaga jarak* ).
Bersama-kita lawan virus corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/another-picture-of-dony-ahmad-munir.jpg)