Breaking News:

Komisi I DPRD Soroti Iklim Investasi dan Layanan Perizinan di Kota Cirebon

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto, menilai, investasi di Kota Cirebon pada tahun ini tergolong minim.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Sejumlah Aggota Komisi I DPRD Kota Cirebon saat rapat kerja bersama DPMPTSP Kota Cirebon di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (12/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJBAR.ID, CIREBON - Komisi I DPRD Kota Cirebon menyoroti iklim investasi di Kota Cirebon selama 2020.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Cirebon, Tunggal Dewananto, menilai, investasi di Kota Cirebon pada tahun ini tergolong minim.

Karenanya, ia mengingkan agar nilai investasi di Kota Udang bisa digenjot pada tahun depan.

Baca juga: Jangan Lewatkan Festival Film Asing Terbesar Europe on Screen 2020, Akan Digelar secara Daring

"Pandemi Covid-19 memang menjadi faktor yang memengaruhi kondisi investasi di Kota Cirebon," kata Tunggal Dewananto saat rapat kerja bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cirebon di Griya Sawala DPRD Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Kamis (12/11/2020).

Ia mengatakan, diperlukan pemberlakuan layanan perizinan yang memudahkan untuk mendongkrak investasi, misalnya melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Jika layanan perizinan semacam itu diterapkan, maka pihaknya meyakini akan mendatangkan banyak investor ke Kota Udang.

Baca juga: Diperiksa KPK, Rumah Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sepi, Gerbang Rumah Tertutup Rapat

Namun, mereka tetap menaati aturan yang berlaku dalam berinvestasi di Kota Cirebon.

"Kalaupun dibutuhkan perda untuk mengaturnya, silakan mengusulkan, dan kami siap menyusun bersama," ujar Tunggal Dewananto.

Sementara Kabid Penanaman Modal DPMPTSP Kota Cirebon, Hanry David, mengatakan, layanan OSS akan memudahkan investor dalam menempuh perizinan.

Namun, Hanry mengakui dibutuhkan perda sebagai regulasi yang mengatur pelayanan tersebut. 

Pihaknya berharap, layanan OSS dapat diterapkan di Kota Cirebon mulai tahun depan.

"Untuk nilai investasi pada tahun ini baru mencapai 78 persen dari target Rp 500 miliar," kata Hanry David.

Baca juga: Diperiksa KPK, Rumah Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sepi, Gerbang Rumah Tertutup Rapat

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved