Perairan Karangsong Tercemar Oli Perahu Besar, Nelayan Kecil Sampai Burung Kuntul pun Terkena Imbas
Para nelayan kecil, tidak jarang memergoki Anak Buah Kapal (ABK) perahu-perahu besar membuang limbah oli menggunakan kantung plastik ke laut
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Tercemarnya Perairan Karangsong Indramayu mendapat keluhan dari para nelayan kecil.
Ironisnya, penyebab tercemarnya perairan setempat disebabkan oleh sesama nelayan di sana.
Salah seorang nelayan kecil, Darmin (37) mengatakan, banyak perahu-perahu besar yang sengaja membuat oli bekas di perairan setempat.
Baca juga: Hari Ayah 12 November, Ini 11 Film Bertemakan Ayah yang Cocok Ditonton Bersama Sekeluarga
"Lihat saja ini airnya banyak oli," ujar dia kepada Tribuncirebon.com sembari menunjukan kondisi Perairan Karangsong, Rabu (11/11/2020).
Darmin menceritakan, tercemarnya Perairan Karangsong ini memang sudah lama terjadi sejak pusat pelelangan ikan di Kabupaten Indramayu dialihkan ke TPI setempat.
Banyak perahu-perahu raksasa dari ukuran 70-150 gross tonage (GT) berdatangan ke TPI setempat, jumlahnya pun ada ratusan.
Hanya saja, seiring berkembangnya TPI Karangsong tidak dibarengi dengan kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan.
Para nelayan kecil, tidak jarang memergoki Anak Buah Kapal (ABK) perahu-perahu besar membuang limbah oli menggunakan kantung plastik ke laut.
Oli itu lalu pecah mencemari perairan setelah terhantam baling-baling perahu.
"Yang sering buang oli perahu-perahu besar, kalau yang kecil mah enggak, dari pada dibuang mending buat olesin As perahu," ujar dia.
Masih dijelaskan Darmin, pemerintah baik dari tingkatan pusat sampai daerah padahal sudah sering mengingatkan.
Pemerintah juga menyediakan sebuah drum sebar untuk memfasilitasi perahu-perahu membuang limbah oli. Namun, drum tersebut justru tak dipergunakan.
Baca juga: Cara Mengetahui Apakah Akun WhatsApp Anda Diblokir atau Tidak Oleh Pengguna WA Lainnya
"Enak dibuang pake plastik mungkin, terus disamber baling-baling hancur," ucapnya.
Kondisi tercemarnya perairan, disampaikan Darmin juga dirasakan oleh para petambak di Karangsong Indramayu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/nelayan-kecil-di-karangsong-indramayu-rabu-11112020.jpg)